Studi Ungkap Gunung Berapi Dapat Tetap Aktif di Bawah Permukaan Meski Tidak Meletus Selama Ribuan Tahun

Gunung berapi

Milenianews.com – Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap gunung api yang tidak meletus sebagai gunung “mati”. Tidak ada asap tebal, tidak ada gempa vulkanik besar, dan tidak muncul tanda mencolok di permukaan.

Namun, penelitian terbaru di Methana, Yunani, membuktikan hal berbeda. Gunung api ternyata tetap bisa “bernapas” di bawah permukaan meski terlihat tenang selama ribuan tahun.

Mengutip Reuters, studi yang terbit dalam jurnal Science Advances mengungkap bahwa sistem vulkanik Methana masih menyimpan aktivitas magma aktif di bawah kerak bumi.

Methana berada sekitar 60 kilometer di barat daya Athena, Yunani. Kawasan ini termasuk bagian dari sistem busur vulkanik Aegea Selatan yang terbentuk akibat pergerakan lempeng Afrika dan Eurasia.

Baca juga: Erupsi Gunung Merapi dalam Perspektif Sains dan Filsafat Ilmu Alam

Gunung Api Punya Siklus Panjang

Para peneliti menelusuri sejarah geologi Methana hingga sekitar 700 ribu tahun ke belakang. Dari rekonstruksi tersebut, mereka menemukan bahwa aktivitas gunung api tidak berjalan terus-menerus.

Sebaliknya, Methana mengalami siklus letusan yang dipisahkan masa tenang sangat panjang.

Salah satu periode paling tenang terjadi sekitar 280 ribu hingga 168 ribu tahun lalu. Meski terlihat “diam”, para ilmuwan tidak menganggap fase itu sebagai akhir aktivitas vulkanik.

Mereka justru menyebutnya sebagai fase dorman. Dalam kondisi ini, gunung api memang tidak menunjukkan aktivitas di permukaan. Namun, proses magma tetap bergerak di bawah tanah.

Magma Bergerak Sangat Lambat

Penelitian juga menemukan bahwa magma di Methana mengandung kadar air tinggi. Kondisi itu memengaruhi cara magma bergerak menuju permukaan bumi.

Saat gas mulai terlepas, magma mengalami kristalisasi dan berubah menjadi lebih kental. Akibatnya, pergerakan magma melambat drastis.

Para ilmuwan memperkirakan laju magma bisa melambat hingga 100 sampai 1.000 kali dibanding kondisi normal.

Karena bergerak terlalu lambat, magma akhirnya terjebak di dalam kerak bumi dan gagal mencapai permukaan.

Baca juga: Berikut Persiapan Fisik dan Gizi yang Dilakukan Sebelum Naik Gunung

Kristal Vulkanik Jadi Petunjuk Penting

Untuk membuktikan temuannya, para ilmuwan menganalisis lebih dari 1.250 kristal zirkon dari batuan vulkanik Methana.

Selain zirkon, mereka juga mempelajari mineral ilmenit untuk melacak aktivitas ruang magma pada periode yang tampak tidak aktif.

Dari penelitian tersebut, ilmuwan menyimpulkan bahwa gunung api tidak bekerja dalam pola sederhana antara aktif dan mati.

Pada skala geologi, sistem magma tetap berkembang meski permukaan terlihat tenang selama ribuan tahun.

Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa gunung api “tidur” sebenarnya belum benar-benar berhenti. Gunung itu hanya memasuki fase evolusi panjang yang berlangsung jauh di bawah permukaan bumi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *