Milenianews.com, Cirebon— Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S. mendorong penguatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagai langkah strategis untuk memulihkan fungsi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin dalam Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun 2026 di Cirebon, Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran rehabilitasi hutan dan lahan dalam menjaga keberlanjutan daerah aliran sungai, mengurangi risiko banjir dan longsor, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan daya dukung lingkungan.
Menurut Prof. Rokhmin, rehabilitasi tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan menanam pohon, tetapi harus dirancang secara terintegrasi agar mampu mengembalikan fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, ia mendorong konsep RHL produktif, yakni rehabilitasi dengan pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik ekologis wilayah namun sekaligus memiliki nilai ekonomi. “Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi pelaksana penghijauan, tetapi juga memperoleh manfaat melalui hasil tanaman, pengembangan usaha produktif, serta penciptaan sumber pendapatan baru,” kata Prof. Rokhmin.
Pendekatan ini menjadi penting karena berbagai persoalan lingkungan—mulai dari lahan kritis, sedimentasi, berkurangnya kemampuan tanah menyerap air, banjir, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan—tidak dapat diselesaikan secara parsial. “Dibutuhkan tata kelola hulu hingga hilir dalam satu kesatuan daerah aliran sungai, didukung konservasi tanah dan air, penghijauan, pemulihan tutupan vegetasi, serta keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.
Prof. Rokhmin juga menekankan bahwa keberhasilan RHL sangat ditentukan oleh ketepatan lokasi, kesesuaian jenis tanaman, kualitas bibit, pemeliharaan pascatanam, serta keberlanjutan pengelolaan. Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari berapa banyak tanaman yang tumbuh dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomis dalam jangka panjang.
Baca Juga : Sebar Bantuan 110 Ribu Benih Ikan di Kota Cirebon, Prof. Rokhmin Dahuri: Ekonomi Masyarakat Harus Kuat
“Lebih jauh, rehabilitasi hutan dan lahan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah yang mampu mempertemukan tiga kepentingan sekaligus, yaitu kelestarian lingkungan, mitigasi bencana, dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, kelompok tani hutan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar rehabilitasi tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
“Rehabilitasi hutan dan lahan harus mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus: memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hutan lestari, bencana berkurang, dan rakyat pun semakin sejahtera,” kata Prof. Rokhmin Dahuri.













