News  

Ancaman Megathrust di Sekitar Jakarta, Ketika Risiko Tsunami Tak Bisa Diabaikan

Ancaman Megathrust

Milenianews.com – Jakarta mungkin jauh dari garis pantai selatan Jawa, tetapi posisi tersebut tidak serta-merta membuat ibu kota terbebas dari ancaman gempa besar. Di balik padatnya gedung, jalan raya, dan aktivitas jutaan orang setiap hari, terdapat risiko bencana yang berasal dari dinamika lempeng bumi.

Salah satu ancaman yang perlu diperhatikan adalah gempa dari zona megathrust. Para ahli mengingatkan bahwa aktivitas di zona subduksi dapat menghasilkan gempa berkekuatan besar yang berpotensi menimbulkan tsunami, terutama jika sumber gempanya berada di laut dan memenuhi kondisi tertentu.

Indonesia sendiri berada di wilayah pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki tingkat kerawanan terhadap gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi. BMKG menjelaskan bahwa zona megathrust merupakan bagian dangkal dari zona subduksi, tempat satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Mengapa Jakarta Ikut Dibicarakan?

Ancaman terhadap Jakarta tidak selalu berarti sumber gempanya berada tepat di bawah wilayah ibu kota. Risiko dapat berasal dari aktivitas tektonik di wilayah sekitar Pulau Jawa.

Sisi selatan Pulau Jawa berhadapan dengan zona subduksi yang menjadi salah satu sumber gempa bumi besar. Sejumlah kajian mengenai megathrust di wilayah tersebut telah lama menjadi perhatian para ahli karena gempa besar dari zona subduksi dapat memicu tsunami apabila kondisi sumber gempanya memungkinkan.

BMKG sebelumnya juga menjelaskan bahwa zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut merupakan wilayah yang perlu diwaspadai. Pembahasan mengenai kedua zona tersebut bukanlah prediksi bahwa gempa pasti terjadi dalam waktu tertentu, melainkan bagian dari upaya memahami potensi gempa besar berdasarkan kondisi tektonik.

Dengan demikian, istilah “tinggal menunggu waktu” yang kerap muncul dalam pembahasan megathrust tidak boleh diterjemahkan sebagai kepastian mengenai kapan gempa akan terjadi.

Baca juga: Megathrust? Gempa yang Diramalkan Akan Terjadi di Indonesia

Dari Gempa Besar hingga Potensi Tsunami

Gempa megathrust terjadi pada zona pertemuan lempeng ketika energi yang terakumulasi dilepaskan. Guncangan yang dihasilkan dapat sangat kuat, terutama apabila sumber gempa berada relatif dangkal dan memiliki magnitudo besar.

Jika gempa kuat terjadi di bawah laut dan menyebabkan perubahan pada dasar laut, kondisi tersebut dapat memicu tsunami. BMKG menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah zona pertemuan lempeng yang berada di laut sehingga gempa bumi besar dan dangkal di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.

Tsunami sendiri bukan satu-satunya bahaya yang mengikuti gempa besar. Guncangan tanah, longsor, likuefaksi, hingga bahaya sekunder seperti kebakaran akibat kerusakan jaringan listrik atau kebocoran gas juga dapat terjadi.

Artinya, risiko bencana tidak berhenti pada pertanyaan apakah tsunami akan sampai ke suatu wilayah. Dampak gempa juga perlu diperhitungkan dari berbagai kemungkinan.

Jakarta dan Tantangan Kota Padat

Bagi Jakarta, persoalan utama tidak hanya terletak pada sumber ancaman, tetapi juga pada besarnya aktivitas dan kepadatan wilayah perkotaan.

Ketika sebuah kota dipenuhi bangunan, kendaraan, fasilitas publik, dan aktivitas masyarakat, bencana gempa dapat memberikan dampak yang luas. Kerusakan pada infrastruktur maupun terganggunya mobilitas dapat memengaruhi banyak orang dalam waktu bersamaan.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko gempa. Masyarakat perlu memahami tindakan yang harus dilakukan ketika guncangan terjadi, sementara pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan sistem mitigasi serta penanganan bencana dapat berjalan.

BMKG menekankan bahwa gempa bumi tidak dapat dicegah maupun diprediksi secara tepat kapan akan terjadi. Namun, dampak yang ditimbulkannya dapat dikurangi melalui upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.

Baca juga: Indonesia Rawan Bencana, Sekolah Kini Dibekali Panduan Khusus dari Pemerintah

Bukan untuk Membuat Panik

Peringatan mengenai megathrust bukan berarti masyarakat harus hidup dalam ketakutan. Justru, informasi mengenai potensi bencana diperlukan agar risiko dapat dipahami dan dipersiapkan sejak sebelum kejadian.

Hal tersebut penting karena pembahasan tentang megathrust sering kali menimbulkan kesalahpahaman. Potensi bukan berarti kepastian, sementara kajian mengenai kemungkinan gempa tidak dapat digunakan untuk menentukan tanggal atau waktu terjadinya bencana.

BMKG juga pernah menegaskan bahwa pembahasan mengenai zona megathrust merupakan bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gempa besar, bukan ramalan mengenai kapan gempa akan terjadi.

Bagi masyarakat Jakarta, kesiapsiagaan dapat dimulai dari hal sederhana: mengetahui jalur evakuasi, memahami titik berkumpul, mengenali tempat yang relatif aman di dalam bangunan, serta mengetahui informasi resmi yang harus diikuti ketika terjadi gempa.

Sebab, gempa bumi tidak pernah mengirimkan undangan sebelum datang.

Yang dapat dilakukan manusia bukan menentukan kapan bumi akan bergerak, melainkan memastikan bahwa ketika guncangan itu terjadi, sebanyak mungkin orang tahu apa yang harus dilakukan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *