HIMA Akuntansi Syariah Institut SEBI Gelar Grand Closing SHACFEST 2026, Usung Tema “Sharia Accounting as a Path to Ethical and Future-Oriented Competence”

Prodi Akuntansi Syariah Institut SEBI bersama Sharia Accounting Family (SHAF) menggelar Grand Closing SHACFEST (Sharia Accounting Festival) 2026 dengan mengusung tema “Sharia Accounting as a Path to Ethical and Future-Oriented Competence”  di SEBI Hall, Depok, Senin (15/6/2025). (Foto: Dok SEBI)

Milenianews.com, Depok– Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI bersama Sharia Accounting Family (SHAF) menyelenggarakan kegiatan Grand Closing SHACFEST (Sharia Accounting Festival) 2026 dengan mengusung tema “Sharia Accounting as a Path to Ethical and Future-Oriented Competence”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 08.00 WIB hingga selesai di SEBI Hall, Depok.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Tarkosunaryo, MBA., Ak., CPA., CA, selaku Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), serta   Dadang Romansyah, S.E., Ak., M.M., CA., SAS, Dosen Tetap Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI dan praktisi di bidang audit serta akuntansi syariah. Kegiatan dipandu oleh Ahmad Baehaqi, S.E.I., M.Ak., SAS., ACPA selaku  Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang akuntansi syariah, sekaligus memberikan pemahaman mengenai tantangan profesi auditor syariah di era modern yang terus berkembang. Selain itu, mahasiswa diajak memahami pentingnya integritas, etika profesi, dan penguasaan teknologi dalam mendukung perkembangan industri keuangan syariah.

Baca Juga : Prodi Akuntansi Syariah Institut SEBI Gandeng Mekari University,  Perkuat Kompetensi Teknologi Digital Mahasiswa

Dalam pemaparannya, narasumber Tarkosunaryo menjelaskan perkembangan terbaru profesi akuntan publik, khususnya terkait lahirnya Standar Jasa Syariah (SJS) yang telah disahkan oleh IAPI pada tahun 2025 sebagai pedoman dalam pelaksanaan perikatan asurans atas kepatuhan syariah. “Standar ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik audit syariah di Indonesia,” kata Tarkosunaryo.

Ia  juga menjelaskan bahwa ruang lingkup jasa syariah mencakup penilaian kesesuaian entitas dan tata kelolanya terhadap prinsip-prinsip syariah. Sehingga,  membutuhkan auditor yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami aspek syariah secara mendalam.

Sementara itu, narasumber Dadang Romansyah membawakan materi mengenai “Dilema Etika dan Risiko Fraud di Lembaga Keuangan Syariah”, yang menyoroti berbagai bentuk fraud serta tantangan etika yang dihadapi praktisi keuangan syariah di tengah kompleksitas dunia bisnis modern.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa risiko fraud dapat muncul di berbagai sektor, termasuk lembaga keuangan syariah, sehingga diperlukan penguatan tata kelola, sistem pengendalian internal, serta budaya etika yang kuat dalam organisasi. ‘Profesionalisme auditor syariah harus dibangun di atas nilai amanah, integritas, objektivitas, dan keadilan sebagai prinsip utama dalam menjalankan profesinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang karier auditor syariah yang semakin luas seiring pertumbuhan industri keuangan syariah nasional maupun global. IAPI saat ini juga tengah mengembangkan program Certified Syariah Auditor (CSA) sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang audit syariah.

Baca Juga : Mahasiswa MBS Institut SEBI Pelajari Model Bisnis Syariah dan Ekosistem Industri Halal melalui Visit Industry ke HNI

Selain membahas peluang profesi, ia  turut mengingatkan bahwa perkembangan teknologi seperti fintech syariah, blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi auditor syariah di masa depan. “Oleh karena itu, generasi muda dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan, dan menjaga integritas dalam setiap aspek pekerjaan profesional,” kata  Dadang Romansyah.

Melalui penyelenggaraan Grand Closing SHACFEST 2026, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa keberhasilan di bidang akuntansi syariah tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek teknis, tetapi juga oleh komitmen terhadap nilai-nilai etika, integritas, dan profesionalisme. Dengan demikian, lulusan Akuntansi Syariah diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi penerus yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan, kompetitif, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *