News  

Dukung Maestro Summit, KH. Ma’ruf Amin: Kebudayaan Islam harus Menjadi Salah Satu Cara Mengedukasi Umat secara Benar

Wakil Sekjen MUI Dr. Erck Yusuf (kiri) dan Ketua LSBPI MUI Dr. Habiburrahman El-Shirazy (kanan) menyerahkan buku Ensiklopedia Budaya Islam Indonesia kepada mantan Wapres RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. Pengurus LSBPI MUI melakukan sowan kepada KH. Ma’ruf Amin untuk meminta arahan dan masukan terkait acara Multaqa  Kedua atau Maestro Summit yang akan digelar di Jakarta tanggal 18-19 Juli 2026.  (Kredit Koto: Dok LSBPI MUI)

Milenianews.com, Jakarta–  Wapres RI ke-13, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin menyatakan dukungan terhadap acara Maestro Summit atau Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia  Ke-2  yang akan digelar oleh Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam-Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI)  di Jakarta, 18-19 Juli 2026. Hal itu disampaikan oleh KH. Ma’ruf Amin saat  menerima Wasekjen MUI, Dr. H. Erick Yusuf, Pengurus LSBPI MUI yang dipimpin ketuanya, Dr.phil. H. Habiburrahman El-Shirazy, dan Ketua Panitia Maestro Summit Hj. Anifah Qowiyatun di rumah pribadinya, di Cimanggis, Depok, Selasa, 19 Mei 2026.

“Saya harap Multaqa  Kedua  bisa meletakkan landasan kemajuan, landasan berpikir  dalam membangun kebudayaan seni dan peradaban Islam ke depan yang sesuai dengan perkembangan, tantangan, tetapi tidak menghilangkan karakteristik daripada ajaran Islam itu sendiri: Islam yang murni, Islam wasathiyah,” kata KH. Ma’ruf Amin.

Ia menambahkan, “Bagi saya, Multaqa  Kedua atau Maestro Summit ini  penting sekali. Karena pembangunan peradaban dan kebudayaan adalah  bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional kita. Dan bahkan merupakan salah satu unsur utama, karena dia membangun jiwanya, membangun manusianya. Oleh karena itu, saya mengapresiasi adanya Multaqa yang kedua ini. Mudah-mudahan ini menghasilkan pemikiran-pemikiran yang lebih maju, yang dinamis, tetapi tetap berada di dalam koridor keislaman.”

Ketua LSBPI MUI, Dr.phil. Habiburrahman El-Shirazy menjelaskan alasan LSBPI MUI sowan (menemui) KH. Ma’ruf Amin terkait acaraMaestro Summit.  “LSBPI  punya acara besar. Yang merupakan yang kedua. Yang pertama diadakan tahun 2022. Disebut  Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim.  Tapi sekarang kita bikin istilah yang lebih dekat kepada masyarakat luas,  kita sebut dengan Maestro Summit. Pertemuan para maestro di bidang kesenian Islam, budayawan Muslim. Kita pertemukan para maestro untuk bermusyawarah memikirkan kondisi bangsa dan sebagainya. Terkait hal tersebut, pimpinan  LSBPI menyampaikan laporan rencana kegiatan Mestro Summit  kepada pimpinan MUI di acara Rapim MUI yang digelar di kantor MUI Pusat, Selasa pagi sampai siang, tanggal 19 Mei 2026,” kata Habiburrahman El-Shirazy selepas pertemuan LSBPI MUI dengan Wakil Presiden RI ke-13, Prof. KH. Ma’ruf Amin.

Ia menambahkan,  di antara agenda Maestro Summit adalah LSBPI MUI meminta KH. Ma’ruf Amin untuk memberikan  pembekalan kepada para mestro, para seniman muslim, pada budayawan muslim. “Sowan yang  kita lakukan adalah untuk mendapatkan arahan-arahan, masukan-masukan Romo Kiai Ma’ruf Amin. Bagaimanapun Romo Kiai Ma’ruf Amin adalah tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari MUI, karena wajah MUI bisa seperti ini tidak bisa lepas dari polesan beliau. Dan lebih dari itu, kita datang kepada beliau untuk minta sebagai pembicara karena  beliau itu posisinya sudah sebagai Guru Bangsa,” kata Kang Abik, panggilan akrab Sastrawan ternama penulis Ayat Ayat Cinta tersebut.

Baca Juga : Pengajian Peradaban Islam  LSBPI MUI #1  Kupas  Urgensi Kesadaran Sejarah dalam Membangun Peradaban Umat

LSBPI MUI merasa bersyukur bisa melakukan sowan kepada KH. Ma’ruf Amin terkait acara Multaqa  Kedua atau Maestro Summit. “Kita mendapatkan arahan-arahan dari Romo Kiai Ma’ruf Amin bahwa kebudayaan Islam harus menjadi salah satu cara mengedukasi umat, mengedukasi bangsa secara benar,  (dakwah),  sehingga umat punya pandangan yang kokoh  ‘ala bashirotin, yakni ber-Islam dengan hujjah yan kuat, tidak mudah  dibelokkan. Tidak mudah digeser-geser. Karena saat ini terjadi post truth : umat banyak yang gamang dan bingung, maka perlu bimbingan dari MUI, di antaranya melalui seni dan budaya,” terang Habiburrahman El-Shirazy.

Sebelumnya, LSBPI MUI menggelar Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia   (Multaqa Ke-1) di Hotel Sari Pacific Jakarta, Selasa (2/8/2022). Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia merupakan forum dan majelis yang diselenggarakan LSBPI   MUI untuk menyerap ide-ide dan gagasan brilian dari para pakar dan pelaku seni budaya di Indonesia. Ide dan gagasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan peran seniman Muslim, agar mendapatkan apresiasi dan penerimaan yang lebih baik di tengah masyarakat.

Multaqa atau Maestro Summit itu mengundang para seniman dan budayawan yang  berasal dari berbagai kategori, seperti musik, sastra, film dan lukis, serta peradaban Islam.  Sejumlah nama yang  diharapkan hadir dalam acara Maestro Summit LSBPI MUI antara lain Taufik Ismail, Sutarji Calzoum Bachri, Deddy Mizwar, H. Muammar ZA, Dwiki Darmawan, Rhoma Irama, Erick Yusuf, Helvy Tiasa Rosa, D. Zawawi Imron, Prof. Oman Fathurahman, Jamal D. Rahman, Neno Warisman, Oki Setiana Dewi, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *