Milenianews.com – Siapa, sih, yang nggak suka nasi goreng? Makanan sejuta umat ini selalu punya tempat khusus di hati masyarakat Indonesia. Mau dimakan pagi, siang, atau tengah malam saat kelaparan, nasi goreng selalu jadi comfort food yang paling bisa diandalkan.
Namun, pernah nggak lo merasa kesulitan mencari nasi goreng yang rasanya benar-benar pas, punya aroma gosong yang khas (smoky), dan rasanya selalu konsisten setiap kali dibeli?
Keresahan personal itulah yang menjadi awal mula lahirnya brand “Ini Nasi Goreng”. Berawal dari keinginan pribadi sang pemilik, Jenio Sudibio dan Welly Mulyadi, mereka berdua terobsesi untuk menciptakan sepiring nasi goreng yang digarap dengan sangat serius. Mereka percaya bahwa makanan yang akrab di lidah masyarakat tidak harus dibuat asal-asalan, karena mulai dari teknik wok, permainan api, hingga kualitas topping memiliki pengaruh besar terhadap rasa akhir.
Mengangkat Martabat Kuliner Jalanan Lewat Sentuhan ‘Wok Hei’
Inspirasi utama dari “Ini Nasi Goreng” sebenarnya datang dari street food culture Asia yang dikawinkan dengan teknik memasak wok cooking. Jenio dan Welly melihat sebuah peluang unik di mana makanan luar seperti burger, ramen, atau kopi bisa berkembang menjadi sebuah brand besar dengan identitas yang kuat. Dari sana, muncul pertanyaan sederhana mengapa kuliner lokal seperti nasi goreng tidak diperlakukan dengan cara yang sama.
Berangkat dari eksperimen kecil dan obsesi tersebut, mereka mulai melakukan trial resep berulang kali, menguji berbagai jenis beras, hingga mencari racikan bumbu yang seimbang demi mendapatkan karakter rasa yang tepat.
Hasilnya adalah sebuah konsep Indonesian wok culture yang berani tampil beda. Mengandalkan teknik wok hei dan permainan api flambé, gerai “Ini Nasi Goreng” sukses menghadirkan aroma smoky yang kuat ke dalam setiap bulir nasinya, memberikan pengalaman makan yang jauh lebih memorable.
Nggak cuma nasi goreng kering yang gurih, mereka juga menghadirkan menu inovatif berupa Nasi Goreng Siram yang terinspirasi dari kuliner Peranakan. Karakter rasanya yang savory, rich, hangat, dan nostalgic, berpadu sempurna dengan aroma khas wok-fired. Bagi mereka, comfort food itu harusnya akrab di lidah, tapi nggak boleh membosankan.
Untuk urusan menu andalan, beberapa varian mewah yang menjadi favorit konsumen di “Ini Nasi Goreng” antara lain Nasi Goreng Steak Sapi (Saikoro) dan Nasi Goreng Steak Ayam. Buat pencinta rasa klasik, Nasi Goreng Teri Medan juga siap memanjakan lidah. Semua kemewahan rasa ini dibanderol dengan harga yang cukup ramah kantong, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp60 ribuan saja.
Rahasia di Balik Dapur: Rasa yang Bergantung pada “Tangan”
Membuat nasi goreng yang enak mungkin mudah, tapi menjaga rasanya agar tetap sama setiap hari adalah tantangan terbesar dalam bisnis kuliner. Menu satu ini memang sangat sensitif terhadap siapa yang memegang sodet. Mulai dari teknik permainan api, timing, hingga handling wok sangat memengaruhi hasil akhir, bahkan ketika menggunakan bahan-bahan yang sama.
Oleh karena itu, peran tim dapur seperti Chef Yon, Chef Ratna, Chef Dedi, dan Chef Sandi menjadi pilar penting di balik layar yang menjaga agar standar rasa tetap terjaga. Melalui SOP dan training yang ketat, manajemen “Ini Nasi Goreng” memastikan bahwa setiap porsi yang sampai ke meja konsumen memiliki kualitas yang sama persis.
Saat ini, buat lo yang mau mencicipi langsung kelezatan nasi goreng smoky ini, lo bisa langsung datang ke dua cabang mereka yang terletak di Lippo Mall Nusantara dan Pluit Village.
Untuk sementara waktu, “Ini Nasi Goreng” memang sengaja menahan layanan di aplikasi online food seperti GoFood atau GrabFood. Langkah ini diambil karena manajemen ingin fokus memperkuat experience dine-in (makan di tempat) dan memastikan kualitas produk offline mereka benar-benar matang sebelum dinikmati di rumah pelanggan.
Baca juga: Dari Kepepet Pandemi Jadi Cuan, Dimsum Mentai Alsya Sukses Bikin Nagih Mulai Rp12 Ribuan
Mimpi Besar untuk Kuliner Lokal
Melihat antusiasme target pasar mereka yang luas—mulai dari Gen Z, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga muda—Jenio dan Welly tentu tidak mau berhenti di dua cabang saja. Ke depannya, mereka berencana memperluas jangkauan pasar secara bertahap, terus menghadirkan menu baru, dan membuka peluang kolaborasi atau partnership.
Harapan mereka pun sangat visioner namun menyentuh. Mereka ingin membuktikan bahwa nasi goreng bukan sekadar menu harian yang biasa ditemui di pinggir jalan, melainkan sebuah karya kuliner lokal yang punya craft (kerajinan), karakter, dan pengalaman tersendiri yang patut dibanggakan.
Sebagai informasi, “Ini Nasi Goreng” juga telah mendapat pengakuan dari komunitas pecinta kuliner Makandimana.uy melalui akun Instagram @makandimana.uy.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.










