Beranda Lifestyle Budaya Benarkah Game Ghost of Tsushima Berdasarkan Kisah Nyata?

Benarkah Game Ghost of Tsushima Berdasarkan Kisah Nyata?

Milenianews.com – Game Ghost of Tsushima membawa para pemain ke Jepang abad ke-13, yaitu masa ketika samurai legendaris bertarung untuk melindungi negara dari jajahan Mongol. Secara spesifik, latar waktu dalam game ini berlangsung pada tahun 1274, selama invasi Pulau Tsushima, peristiwa sejarah nyata yang menandai dimulainya serangan Mongol melawan Jepang. Namun apakah benar Game Ghost of Tsushima berdasarkan pada Kisah Nyata?

Game ini memang terinspirasi dari sejarah nyata, namun Sucker Punch Productions sebagai developer mengambil memberikan beberapa sentuhan. Diantaranya menambahkan karakter dan situasi fiksi ke dalam game, bahkan beberapa unsur supernatural. Dengan kata lain, Ghost of Tsushima tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang terjadi dalam sejarah.

Berikut ini beberapa fakta sejarah dan jalan cerita yang menjadi perbedaan besar dalam game Ghost of Tsushima.

1. Karakter Ghost of Tsushima Tidak Pernah Ada Dalam Sejarah

- Advertisement -

Ghost of Tsushima
Ghost of Tsushima, Jin Sakai (inverse.com)

Jin Sakai dan pamannya, Lord Shimura, tidak ada pada pertempuran Tsushima, juga tidak ada orang dengan nama yang mirip. Kedua karakter tersebut sepenuhnya fiksi. Klan samurai Sakai telah ada selama beberapa generasi, tetapi baru berdiri pada abad ke-14. Serta klan Sakai tidak pernah dipimpin oleh seorang pria bernama “Jin”. Juga tidak ada yang namanya “Klan Shimura” di Jepang, meskipun Shimura adalah nama keluarga yang cukup umum.

- Advertisement -

Musuh Jin dan Lord Shimura yang merupakan cucu Genghis Khan, Khotun Khan, juga tidak nyata, meskipun Genghis Khan memang memiliki banyak cucu. Sebenarnya, Kubilai Khan lah yang memimpin Kekaisaran Mongol selama Invasi Mongol pertama di Jepang.

Direktur kreatif Sucker Punch, Nate Fox pernah mengatakan kepada Game Informer. “Kami berusaha keras untuk membawa orang-orang ke Jepang tahun 1274. Kami terinspirasi oleh sejarah, tetapi kami tidak membangunnya kembali dari batu ke batu. Namun pemimpin pulau yang sebenarnya,Kami tidak mencoba membangun kembali pulau Tsushima. Protagonis kami adalah karya fiksi. Kami benar-benar berpikir untuk menggunakan beberapa tokoh sejarah. Kami bertanya kepada beberapa orang yang lebih paham budaya daripada kami dan mereka mengatakan bahwa itu tidak sensitif, jadi kami tidak melakukannya. ”

Pemimpin Samurai Tsushima pada nyatanya merupakan keluarga Sō daimyo yang merupakan pemimpin pulau tersebut. Pemimpin mereka pada saat itu adalah Sukekuni Sō, yang memimpin pasukan sekitar 80 samurai dan meninggal pada awal invasi Mongol.

Baca Juga : Ghost of Tsushima Pecahkan Rekor Penjualan Baru

2. Tidak Ada Orang Tunggal yang Menghentikan Invasi Mongol

Invasi Mongol
Gambaran pasukan samurai dalam invasi Mongol (inverse.com)

Dalam game Ghost of Tsushima, Jin melawan pasukan Mongol sendirian, dan menemukan cara untuk mengusir mereka. Tetapi pasukan Mongol yang sebenarnya berakhir di pulau Kyushu oleh badai pada tahun 1274, setelah mereka menaklukkan Tsushima. Badai yang berbeda juga menggagalkan upaya invasi kedua mereka pada tahun 1281.

Karakter Jin Sakai sebenarnya adalah personifikasi dari badai tersebut, yang kemudian mendapat julukan “Kamikaze”. Pada saat itu, keajaiban ini berhubungan dengan dewa petir, Raijin, yang mitosnya memberikan bantuan kepada orang-orang Jepang. Sejak saat itu orang menganggap “Kamikaze” sebagai mitos, tetapi beberapa ilmuwan modern percaya bahwa itu benar-benar terjadi.

Kamikaze
Ilustrasi kamikaze, badai yang menjatuhkan pasukan Mongol (inverse.com)

Tahun lalu, Nate Fox juga menyatakan perubahan dari badai menjadi manusia: “Pahlawan kita bukanlah badai. Ia laki-laki, dan kita benar-benar mengakui perubahan itu dengan desain angin badai yang terukir pada pedangnya.”

3. Samurai Abad Ke-13 Tidak Menggunakan Pedang dan Armor

Samurai hampir selalu digambarkan sebagai orang yang memegang pedang dalam budaya populer. Tetapi, nyatanya pada abad ke-13 mereka tidak menggunakan pedang. Banyak samurai bertarung dengan busur dan anak panah saat menunggangi kuda, sebelum akhirnya menggunakan berbagai jenis pedang. Baju besi shogun megah yang kamu bayangkan ketika seseorang mengatakan “samurai” juga tidak ada. Orang Mongolia juga umumnya lebih menyukai busur dan anak panah untuk pertempuran.

Sejarah
Gambaran nyata samurai yang melawat pasukan Mongol saat itu (inverse.com)

Salah satu pendiri Sucker Punch, Chris Zimmerman, mencatat dalam wawancara GameSpot 2018 bahwa Ghost of Tsushima ini bersandar pada kiasan samurai yang umum diketahui banyak orang, untuk menghibur dengan mengorbankan keakuratan historis. 

Jadi bisa kita tarik kesimpulan jika memang benar game ini terinspirasi dan mengacu kepada pada cerita nyata. Namun beberapa hal yang berada dalam game ini merupakan fiksi. (Latif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

4 Alasan Siswa Memilih Gap Year Saat Melanjutkan Pendidikan

Milenianews.com - Tahukah sobat milenia apa itu Gap Year? Istilah ini menggambarkan siswa yang tidak langsung melanjutkan pendidikan formal, setelah lulus SMA/SMK sederajat. Banyak...

Nokia akan Luncurkan Tablet Dengan Prosesor Unisoc

Milenianews.com - HMD Global, perusahaan asal Finlandia yang berafiliasi dengan Nokia, mengumumkan akan menggelar acara peluncuran pada 6 Oktober 2021 mendatang. Nokia meluncurkan pengumuman ini melalui...

‘Changed’, Cara Naykilla Ubah Kekecewaan Jadi Motivasi Untuk Cintai Diri

Milenianews.com, Jakarta - Industri musik di Indonesia semakin ramai dengan kedatangan musisi wanita dengan ciri khas musiknya hingga warna vokal yang ia punya. Musisi...

Dokumenter Kasus Britney Spears Akan Tayang di Netflix

Milenianews.com - Netflix berencana akan merilis film dokumenter tentang kasus Britney Spears yang berjudul "Britney vs Spears" pada 28 September 2021 mendatang. Film dokumenter ini berfokus pada kasus konservatori...