Lasem Kota Pusaka Dunia, Mulai Dilirik Berbagai Peneliti Sejarah

Milenianews.com, Rembang – Antusias para peneliti sejarah dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkunjung ke Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mulai meningkat. Lasem digadang-gadang sebagai kota Pusaka Dunia.

Banyak sekali peninggalan sejarah yang ada di Lasem. Seperti sejarah batik Lasem juga bangunan rumah berlanggam Cina kuno. Tak terkecuali Masjid Jami Lasem, yang juga memiliki riwayat sejarah masuknya agama Islam di Lasem. 

Bangunan Masjid yang berarsitektur Jawa itu terletak di jalur utama pantai utara, tepatnya di Desa Kauman. Selain itu, di Masjid tersebut terdapat ratusan koleksi barang temuan sejarah, tersimpan rapi di Museum Masjid Jami Lasem.

Baca Juga : Ikon Cagar Budaya di Lasem yang Terancam Hilang

Sering Dikunjungi Para Peneliti dari Mahasiswa dan Dosen

Bangunan Masjid Jami Lasem
Foto : Pegiat budaya Lasem sekaligus pengurus perpustakaan Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid.

Berdasarkan sejarah, Masjid Jami Lasem didirikan tahun 1588 pada zaman pemerintahan Kadipaten Lasem yakni Adipati Tejakusuma I. yang berkaitan dengan masuknya agama islam dan sejarah kota Lasem. Sehingga Lasem sendiri sudah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit, tepatnya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

Menarik perhatian para peneliti sejarah, Mustaka Masjid Jami Lasem yang diyakini menjadi salah satu mustaka (kubah) paling tua dalam sejarah peradaban islam di Rembang tersimpan di area Pendopo Tejokusuma. Di area Masjid Jami Lasem juga terdapat beberapa makam Wali Allah yang pernah menyebarkan Islam di Lasem.

Peneliti Asing juga ikut melakukan Penelitian

Bangunan Masjid Jami LasemFoto : Peneliti dari Jerman

Pegiat budaya Lasem sekaligus pengurus perpustakaan Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid menuturkan, dalam kurun waktu tahun 2019 – 2020 setidaknya ada sekitar ratusan kunjungan peneliti yang mengunjungi Masjid Jami Lasem.

“Sebulan lalu, ada peneliti asing berkunjung kesini yakni reporter dari Jerman,” ungkapnya kepada Milenianews.com Rabu (12/2).

Penelitian tak hanya dilakukan dari kalangan mahasiswa saja, namun banyak juga dosen-dosen dari berbagai Universitas di Indonesia. Mereka biasanya melakukan penelitian tentang koleksi-koleksi yang ada di Masjid Jami juga tentang nilai-nilai sosial dan budaya yang ada di Lasem.

Tahun 2019 kemarin beberapa peneliti sejarah telah melakukan penelitian tentang manuskrip, mushaf Al Quran dan penelitian beberapa koleksi temuan dari Masjid Jami Lasem. “Nantinya data hasil penelitian akan kita pamerkan di museum masjid Jami Lasem beserta koleksi barang temuan, dan nantinya akan dijadikan referensi ketika ada pengunjung datang,” jelasnya.

Baca Juga : Cerita Sejarah Makanan ‘Lontong Tuyuhan’ Khas Rembang

Abdullah menambahkan, biasanya apabila ada temuan, memang disimpan di masjid Jami Lasem. karena pihaknya ingin melestarikan situs budaya di Lasem dan Masjid Jami Lasem yang merupakan tempat bersejarah.

“Menurutnya, masjid Jami Lasem merupakan tempat yang dinilai perlu untuk dijadikan konfirmasi terkait budaya dan nilai sosial di Lasem,” tukasnya. (Minan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *