Milenianews.com, Kota Tangerang— Pimpinan PP Ma’had Darul Husna Bogor, Assoc. Prof. Dr. KH. Pahrurroji M. Bukhori, M.A., mengisi materi “Manajemen Asrama Berbasis Pesantren Ramah Anak” dalam kegiatan bersama jajaran pimpinan, guru, dan pembina asrama SMP IT dan SMA IT Ar-Rahmah Kota Tangerang, Sabtu (3/10/2026).
Dalam materinya, KH. Pahrurroji menegaskan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal peserta didik, tetapi merupakan ruang pendidikan 24 jam yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, spiritualitas, dan keterampilan sosial siswa.
Karena itu, manajemen asrama berbasis pesantren ramah anak harus mampu memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan prinsip perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak anak. Kedisiplinan tetap menjadi bagian penting, tetapi harus diterapkan secara edukatif, proporsional, konsisten, dan tanpa kekerasan fisik maupun verbal.
“Pembina asrama bukan hanya pengawas aturan, tetapi murabbi yang mendidik melalui keteladanan, pendampingan, kasih sayang, dan ketegasan yang mendidik,” tegas KH. Pahrurroji.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya asrama yang aman, nyaman, sehat, religius, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Untuk itu, diperlukan sistem pengasuhan yang jelas, kompetensi pembina yang memadai, komunikasi yang sehat, mekanisme penanganan konflik, serta pola pembinaan yang mengedepankan dialog dan pembentukan kesadaran.
Menurutnya, konsep pesantren ramah anak tidak berarti mengurangi disiplin, melainkan mengubah disiplin dari sekadar kepatuhan terhadap aturan menjadi proses pendidikan yang membangun kesadaran, tanggung jawab, dan karakter peserta didik.
Kegiatan di SMP IT dan SMA IT Ar-Rahmah Kota Tangerang tersebut menjadi momentum penguatan kapasitas pengelola asrama agar pendidikan berasrama mampu menghadirkan lingkungan yang religius sekaligus humanis, sehingga peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berakhlak, tetapi juga mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan terlindungi.
Melalui penguatan manajemen asrama berbasis pesantren ramah anak, lembaga pendidikan diharapkan mampu menjadikan asrama sebagai pusat pembentukan karakter dan budaya pendidikan Islam yang aman, bermartabat, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berasrama yang menjadikan nilai-nilai pesantren, perlindungan anak, keteladanan, kedisiplinan positif, dan pengembangan karakter sebagai satu kesatuan. Dengan demikian, asrama tidak hanya menjadi tempat tinggal peserta didik, tetapi menjadi ruang tumbuh yang aman, edukatif, religius, dan humanis.








