Milenianews.com, Jakarta— Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Darulhusna, Assoc. Prof. Dr. KH. Pahrurroji M. Bukhori, M.A., menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Kehadiran Pimpinan Pesantren Darulhusna, Bogor, dalam forum tersebut menjadi bagian dari keterlibatan aktif kalangan pesantren dalam ruang dialog kelembagaan dan kehidupan kebangsaan. RDP menjadi forum untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta masukan dari berbagai unsur masyarakat kepada lembaga legislatif.
Menurut KH. Pahrurroji, pesantren memiliki posisi penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Selain menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki tradisi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Pesantren tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter dan keilmuan generasi muda, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat dan bangsa,” ujar KH. Pahrurroji.»
Ia menambahkan, keterlibatan tokoh dan lembaga pesantren dalam forum-forum kebangsaan penting untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan lembaga negara.
“Ruang dialog seperti RDP perlu terus dibangun. Dengan dialog yang terbuka dan konstruktif, aspirasi masyarakat, termasuk aspirasi dunia pesantren, dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan,” tambahnya.
Pesantren dan Tantangan Pendidikan Masa Kini
Dalam konteks perkembangan pendidikan saat ini, pesantren menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan teknologi, perkembangan sosial, tuntutan kompetensi global, serta kebutuhan penguatan karakter generasi muda menjadi bagian dari dinamika pendidikan pesantren.
Sebagai pimpinan Pesantren Ma’had Darulhusna, KH. Pahrurroji menilai bahwa pengembangan pesantren perlu tetap berpijak pada tradisi keilmuan Islam sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Darulhusna Gelar In House Training, Perkuat Implementasi RPPM dan Kokurikuler
Menurutnya, pesantren harus mampu mempertahankan nilai-nilai keislaman, keilmuan, akhlak, dan kebangsaan, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Kemajuan pesantren harus berjalan seiring dengan penguatan tradisi keilmuan dan akhlak. Pesantren perlu menjadi lembaga pendidikan yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam, tetapi tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Memperkuat Sinergi Pesantren dan Lembaga Negara
Kehadiran Pimpinan Pesantren Darulhusna di Gedung DPR RI juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan komunikasi antara lembaga pendidikan Islam dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pesantren untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Pesantren Ma’had Darulhusna sendiri terus mengembangkan pendidikan yang memadukan penguatan keislaman, pendidikan umum, karakter, dan keterampilan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi akademik sekaligus integritas moral.
Kegiatan RDP di Gedung DPR RI pada Selasa, 29 September 2026, menjadi salah satu momentum bagi Pimpinan Pesantren Darulhusna untuk terus memperkuat peran pesantren dalam dialog publik dan pembangunan pendidikan nasional.
Tentang Pesantren Ma’had Darulhusna
Pesantren Ma’had Darulhusna, Bogor, merupakan lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, keislaman, keilmuan, akhlak, dan kebangsaan. Pesantren terus mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dan tantangan masyarakat modern.










