Milenianews.com, Bekasi – Transisi energi sering dibicarakan lewat panel surya, jaringan listrik pintar, kecerdasan buatan, atau teknologi penyimpanan energi. Namun di balik semua teknologi itu, ada pertanyaan yang tidak kalah penting, siapa yang ikut merancang perubahan dan memastikan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas?
Pertanyaan tersebut hadir dalam WePOWER Track IEEE YESIST12 2026 Indonesia dengan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai tuan rumah, yang menjadi salah satu kategori pada Grand Finale IEEE YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat hingga Sabtu, 2–3 Oktober 2026. Track ini mempertemukan inovasi energi bersih dengan isu inklusivitas dan kepemimpinan perempuan dalam mendorong transisi energi global.
Baca juga: IEEE YESIST12 2026 Siap Bawa Inovasi Anak Muda Dunia ke Bekasi
WePOWER Track dipimpin Dr. Harivardhagini Subhadra sebagai Chair dan Dr. Praveen Kumar Balachandran sebagai Co-Chair. Keduanya didukung tim panitia internasional yang terdiri dari Ms. Madhumitha A, Mr. Taieb Jemal, Ms. Shruti Kuhar, Ms. Harshini J, dan Ms. Safiya Bi A.
Chair WePOWER Track, Dr. Harivardhagini Subhadra, mengatakan WePOWER tidak hanya berbicara tentang bagaimana teknologi energi dikembangkan, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat dibuat berkelanjutan, dapat diperluas penerapannya, serta tetap memperhatikan aspek keadilan sosial.
“Merupakan suatu kehormatan dapat memimpin WePOWER Track di IEEE YESIST12 2026. Perjalanan tahun ini memajukan inovasi energi bersih dengan menempatkan inklusivitas dan kepemimpinan perempuan di pusat transisi energi global,” ungkap Dr. Harivardhagini, Jumat (2/10).
Menurutnya, ruang inovasi yang dibangun WePOWER mencakup berbagai persoalan energi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari sistem energi terbarukan, smart grids, manajemen energi berbasis AI dan IoT, hingga solusi energi yang dirancang dengan pendekatan berbasis komunitas.
“WePOWER menumbuhkan inovasi berdampak di berbagai bidang, mulai dari sistem energi terbarukan, jaringan cerdas, manajemen energi berbasis AI dan IoT, hingga solusi energi berfokus pada komunitas untuk mengatasi tantangan dunia nyata,” tambahnya.
Ketika Teknologi Bertemu Persoalan Energi di Masyarakat
Sebanyak 34 tim terpilih mengikuti WePOWER Track pada Grand Finale IEEE YESIST12 2026 melalui format online maupun offline. Selama 2–3 Oktober 2026, para peserta mempresentasikan sekaligus mendemonstrasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri.
Setiap tim memperoleh waktu evaluasi selama tujuh menit. Lima menit digunakan untuk pitch presentation dan demonstrasi produk, sementara dua menit berikutnya menjadi ruang tanya jawab bersama juri.
Waktu yang singkat tersebut membuat peserta tidak hanya dituntut menjelaskan bagaimana teknologi mereka bekerja. Mereka juga perlu menunjukkan persoalan yang hendak diselesaikan dan bagaimana gagasan tersebut dapat digunakan dalam konteks nyata.
Beberapa inovasi yang dibawa peserta menunjukkan beragam pendekatan terhadap persoalan energi dan lingkungan. Salah satunya IbuDaya, yang menggabungkan koperasi mikro-finansial dengan panel surya komunitas berbasis AI melalui Baswara Musi dari Indonesia.
Ada pula BIORESPIRA, yang mengembangkan konsep pohon buatan berbasis mikroalga untuk membantu penangkapan karbon di kawasan urban. Inovasi lainnya mencakup sistem pemantauan daya inklusif berbasis AI serta sistem jaringan mikro hibrida.
Keragaman gagasan tersebut menunjukkan bahwa persoalan energi tidak selalu selesai hanya dengan menghadirkan perangkat atau teknologi baru. Ada aspek pembiayaan, akses, kebutuhan komunitas, sampai siapa yang memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses perubahan.
Bukan Sekadar Membuat Teknologi
Dr. Harivardhagini menjelaskan, perjalanan peserta di WePOWER juga didukung melalui klinik mentoring, lokakarya teknis, serta keterlibatan kalangan industri dan akademisi. Dukungan tersebut diarahkan agar gagasan yang dibawa peserta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat berkembang menjadi solusi yang lebih layak.
Di saat yang sama, peserta memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring internasional, mendapatkan bimbingan dari para pakar, mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan, hingga membuka peluang jejaring karier.
Baca juga: Dukung Startup Muda, IEEE YESIST12 2026 Dorong Inovasi Naik Kelas Lewat Entrepreneur Gathering
Pendekatan tersebut membuat isu kepemimpinan perempuan tidak ditempatkan sebagai pelengkap dari inovasi energi. Keduanya justru dipertemukan dalam satu ruang untuk melihat bagaimana teknologi dapat dikembangkan dengan perspektif yang lebih luas.
Pada akhirnya, pertanyaan yang dibawa WePOWER bukan semata-mata seberapa jauh teknologi energi bisa berkembang. Lebih dari itu, siapa yang ikut menciptakannya, siapa yang mendapatkan akses, dan seberapa jauh inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan manusia menjadi bagian dari perjalanan menuju transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













