Milenianews.com, Bogor– Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Dinamika Umat, Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, menggelar pengajian rutin tiga bulanan, Sabtu ( 26/9/2026). Acara pengajian mengawali rangkaikan pembagian raport hasil Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dipusatkan di Masjid Dinamika Umat.
Tampak hadir, Ketua Yayasan Dinamika Umat (YDU) Dr. H. Hasan Basri Tanjung MA., Direktur Pendidikan dan Sumber Daya Insani YDU, Dr.Hj. Fatimah Sururi Hasan, M.Pd, Sekretaris YDU, Difa Mahya Zahara Tanjung, MA., Kepala SD IT Dinamika Umat, Asep Kusnadi, M.Pd.I., Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) YDU, Sukartiningsih, S.Pd, Kapusinfo dan PMB YDU, Leli Amelia, M.Pd., Kepala TK IT DU, Rifta Nindya, S.Pd., Ketua Komite SDIT DU, Neneng Musfida, Para Koordinator dan dewan guru TK-SDIT DU, ratusan orangtua murid dari TK dan SDIT Dinamika Umat.

Kepala SD IT Dinamika Umat, Asep Kusnadi, M.Pd.I., mengatakan, kegiatan yang digelar pada hari tersebut dalam rangka menguatkan silaturahim antara yayasan, dewan guru dan orang tua murid. ”Alhamdulillah tiga bulan sekali bisa silaturahim di sekolah dengan yayasan, guru-guru sambil ngaji,” kata Asep Kusnadi, seperti dikutip dalam rilis yang diterima Milenianews.com, Sabtu, (26/9/2026).
Dalam sambutannya, Asep menyampaikan beberapa informasi dan mengingatkan kepada orang tua beberapa agenda kegiatan sekolah.
”Pertama, pembiayaan kegiatan sekolah di luar SPP bulanan sudah diinformasikan di awal tahun ajaran. Tujuannya untuk mempermudah dan meringankan orang tua karena bisa diangsur. Sehingga, semua kegiatan berjalan lancar. Kedua, kegiatan fildtrip dimulai tanggal 6 Oktober 2026 diawali dari kelas 1 dan tidak didampingi oleh orang tua. Ketiga, buku terbaru karya Dr.H. Hasan Basri Tanjung, MA., yang berjudul Kacamata Kita sudah terbit dan orang tua dihimbau untuk membeli di stand. Keempat, hajat besar YDU pada November 2026 yakni AKSI DU 2026,” papar Asep.

Dalam kesempatan ini, Ketua YDU, Dr. H. Hasan Basri Tanjung, MA., yang didaulat menyampaikan tausiyah memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada orang tua yang hadir. ”Ini jadi penghargaan, Bapak Ibu hadir, anak-anak merasa dipentingkan, dihargai, karena sudah mau mendampingi ananda saat mengambil raport,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan di hadapan ratusan orang tua murid, bulan ini telah diterbitkan buku ke-11 hasil buah penanya yang berjudul Kacamata Kita. Menurut pandangannya, kacamata ada yang hakiki atau denotarif seperti kacamata gaya atau kacamata baca. ”Yang saya maksud dalam buku ini arti yang majasi atau konotatif, cara pandang, cara melihat,” kata Dr. Hasan Basri Tanjung.

”Pertama, kacamata lalat. Kalau dengar kata lalat pasti terlintas kata kotor, sampah, penyakit. Orang dengan karakter kacamata lalat adalah orang yang melihat buruknya saja, kurangnya saja. Itu namanya kacamata lalat. Jika orang melihat aspek keburukannya itu pakai kacamata lalat. Saat berjalan yang terlihat jeleknya saja. Semuanya salah menurut orang yang punya karakter kacamata lalat. Kenapa? Karena hatinya kotor dan jantungnya tidak sehat,” papar HB Tanjung.
Baca Juga : 158 Murid SDIT Dinamika Umat Ikuti Pelatihan Praktik Pengurusan Jenazah
”Kedua, kacamata lebah. Apa yang terbersit ketika dengar kata lebah? Madu, bunga, sengat lebah, manis, berbisa. Jadi kalau dibilang kacamata lebah. Memang ada madunya tapi kalau disenggol sedikit bisa disengat. Jangan main-main dengan orang yang berkacamata lebah bisa menyengat kalau diganggu. Kebalikan kacamata lalat itu kacamata lebah. Jadi kalau kacamata lebah walau berada di hamparan sampah yang dicari hanya bunga. Tapi kacamata lalat walau berada di taman bunga yang luas dia hanya mencari sampah. Kita nggak mau tahu keburukan orang karena dia juga punya keburukan. Jadilah orang baik di manapun kita berada. Itulah yang disebut dengan adab,” urainya.
Mubaligh asal Patihe, Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, ini mengatakan bahwa hasil dari penjualan buku ini, 50 persen keuntungannya untuk biaya pendidikan anak yatim dan dhuafa di bawah binaan Pondok Pesantren Dinamika Umat.








