Milenianews.com, Sukabumi— Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menghadiri Sarasehan Nasional dalam rangka Milad ke-60 KAHMI dan Dies Natalis ke-16 Universitas Madani Nusantara (UMN), di Universitas Madani Nusantara, Sukabumi, Ahad (27/9/2026)
Turut hadir dan menjadi pemrasaran, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota DPR RI Komisi IV, yang juga Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001–2004.
Mengusung tema “Enam Dekade KAHMI: Meneguhkan Peran Alumni, Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa,” sarasehan ini menjadi momentum refleksi enam dekade perjalanan KAHMI sekaligus ruang konsolidasi gagasan para tokoh nasional, akademisi, dan alumni HMI dalam memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya transformasi pembangunan nasional yang berbasis pada peningkatan kualitas SDM, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, produktivitas dan daya saing ekonomi, penguatan karakter kebangsaan, serta tata kelola pembangunan yang baik dan berkelanjutan.
“Enam dekade perjalanan KAHMI harus menjadi energi untuk terus menghadirkan gagasan, keteladanan, dan karya nyata. Alumni dan kaum intelektual harus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prof. Rokhmin Dahuri.
Sarasehan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pemrasaran, yakni:
- Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E (Menpan RB 2014 – 2016)
- Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU (Rektor Universitas Indonesia).
- Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T (Anggota DPR RI Komisi III 2024 – 2029)
Momentum Milad ke-60 KAHMI diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam melahirkan SDM unggul, memperkuat peradaban bangsa, dan mengakselerasi pembangunan Indonesia yang inklusif serta berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.











