Arsenal Lanjutkan Tren Positif Usai Bungkam Fulham 3-0

Milenianews.com, Jakarta – Satu hal yang terasa kejam di papan atas klasemen yaitu Arsenal menang lagi dan mereka melakukannya tanpa terlihat kesulitan. Seolah-olah laga melawan Fulham di Premier League, Sabtu (2/5) Malam hari, ini bukan pertandingan kompetitif, melainkan sesi latihan terbuka dengan penonton berbayar.

Skor 3-0 mungkin terlihat biasa di kertas, tapi cara Arsenal mengontrol permainan terasa seperti peringatan halus untuk rival. kalau ini masih belum serius, bayangkan saat mereka benar-benar gas penuh.

Baca juga: Arsenal Tersandung di Rumah Sendiri, Mimpi Juara Mulai Terasa Rapuh

Awal Pertandingan

Di menit ke-9, Viktor Gyokeres membuka skor. Bukan gol spektakuler, tapi cukup efisien seperti pekerjaan yang dilakukan tanpa perlu drama tambahan. Assist datang dari Bukayo Saka, yang dengan santai melewati Raul Jimenez sebelum mengirim bola datar yang terlalu “enak” untuk disia-siakan. 1-0. Dan, seperti biasa, Arsenal tidak berhenti di situ.

Gol kedua sempat datang lewat Riccardo Calafiori di menit ke-29. Tapi seperti banyak momen dalam sepak bola modern, kebahagiaan itu hanya bertahan beberapa detik. Offside. Gol dianulir.

Menjelang akhir babak pertama, Arsenal memutuskan untuk sedikit “bermain-main” dengan peran. Jika sebelumnya Saka memberi assist untuk Gyokeres, kali ini giliran Gyokeres yang membalas budi. Umpan matang dari penyerang Swedia itu diselesaikan dengan dingin oleh Saka pada menit ke-40.

Dan seolah belum cukup, Gyokeres kembali mencetak gol di injury time babak pertama lewat sundulan membuat skor jadi 3-0 sebelum wasit sempat meniup peluit istirahat.

Babak Kedua: Ketika Menang Sudah Cukup

Memasuki babak kedua, Arsenal tampak menurunkan tempo. Bukan karena tidak mampu menambah gol, tapi mungkin karena mereka tidak perlu.

Gyokeres nyaris mencetak hattrick di menit ke-56, tapi Bernd Leno masih punya refleks untuk menyelamatkan sedikit harga diri Fulham.

Di sisi lain, Fulham baru benar-benar “terlihat” pada menit ke-72 lewat percobaan Timothy Castagne yang dengan mudah diamankan oleh David Raya.

Declan Rice dan Gyokeres kemudian ditarik keluar oleh Mikel Arteta. Bukan karena performa buruk, tapi karena pekerjaan sudah selesai.

Calafiori sempat mencoba menebus kegagalannya dengan sundulan di menit-menit akhir, tapi bola hanya membentur mistar. Sementara pemain muda Max Dowman memberikan sedikit hiburan lewat aksi individunya, meski tembakannya masih melenceng. Skor tetap 3-0.

Baca juga: Gol Telat Martinelli Selamatkan Arsenal dari Kekalahan Kontra Manchester City

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal di kandang melawan Fulham menjadi 33 laga. Angka yang bukan lagi kebetulan, tapi kebiasaan.

Lebih menarik lagi, Arsenal kini unggul enam poin di puncak klasemen, menjauh dari Manchester City meski rivalnya itu masih menyimpan dua pertandingan. Selisih gol juga ikut berbicara: +41 berbanding +37.

Arsenal mungkin terlihat tenang di atas. Tapi justru di situlah tekanan sebenarnya bekerja. Karena memimpin klasemen itu enak sampai Anda sadar bahwa semua orang di bawah sedang menunggu Anda tergelincir.

Dan dalam kompetisi seperti Premier League, tergelincir itu tidak butuh alasan besar. Kadang cukup satu momen lengah.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *