Milenianews.com – Enam pekan, Bahkan belum cukup lama untuk menghafal semua nama pemain, apalagi membangun filosofi permainan. Tapi di sepak bola modern, waktu memang sering kali terasa seperti barang mewah dan Tottenham Hotspur tampaknya tidak sedang ingin berhemat.
Klub asal London itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Igor Tudor pada Senin (30/3). Sebuah keputusan yang, kalau dilihat dari durasinya, lebih terasa seperti percobaan singkat daripada proyek jangka panjang.
Baca juga:Â PSG Tumbangkan Tottenham Lewat Adu Penalti untuk Rebut Piala Super Eropa
Performa Tak Memuaskan, Waktu Pun Habis
Alasan yang disampaikan terdengar klasik: performa tim yang belum sesuai harapan. Dalam dunia sepak bola, kalimat ini sudah hampir seperti template bisa digunakan kapan saja, untuk siapa saja. Padahal, enam pekan jelas bukan waktu yang ideal untuk menilai sebuah proyek kepelatihan. Tapi di klub dengan ekspektasi tinggi, kesabaran sering kali kalah cepat dibanding tekanan hasil.
Statistik menunjukkan bahwa di bawah asuhan Igor Tudor, Tottenham hanya berhasil meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan. Performa ini tentu jauh dari ekspektasi manajemen dan para penggemar klub yang berharap adanya peningkatan signifikan.
Satu-satunya kemenangan yang berhasil dicatatkan Igor Tudor bersama Tottenham adalah saat mengalahkan Atletico Madrid 3-2 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Dan Tottenham, seperti banyak klub besar lainnya, memilih hasil.
Kepergian Tudor tidak datang sendirian. Dua staf pelatihnya, Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci, juga ikut meninggalkan klub. Fenomena ini bukan hal baru. Dalam sepak bola, ketika pelatih kepala pergi, stafnya biasanya ikut “berkemas” tanpa banyak tanya. Loyalitas dalam tim kepelatihan memang sering kali berjalan satu paket.
Apresiasi Resmi, Realita Berbeda
Dalam pernyataan resminya, Tottenham tetap menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tudor. Bahkan klub juga menyampaikan simpati atas situasi pribadi yang tengah dihadapi sang pelatih.
Sebuah gestur yang, di atas kertas, terasa hangat. Tapi di sisi lain, tetap tidak mengubah fakta bahwa kerja sama ini berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan siapa pun.
Baca juga:Â Xavi Simons Resmi Gabung Tottenham, Jadi Perekrutan Besar yang Dinanti Thomas Frank
Pemecatan ini kembali menegaskan satu hal menjadi pelatih di klub besar bukan hanya soal strategi, tapi juga soal waktu dan sering kali, waktu itu sangat terbatas.
Karena di level ini, proses sering kali kalah penting dibanding hasil instan. Bahkan jika proses itu belum sempat benar-benar dimulai.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











