Milenianews.com – Momen yang ditunggu-tunggu penikmat sepakbola Serie A yaitu Dua raksasa Italia bertemu di San Siro, Senin (27/4) Dini hari, namun yang pulang tersenyum justru tim-tim lain. Ketika AC Milan dan Juventus FC saling menatap dengan penuh curiga selama 90 menit, papan klasemen Serie A diam-diam tertawa.
Laga berakhir 0-0. Tanpa gol, tanpa pemenang, dan nyaris tanpa alasan untuk menonton ulang selain kebutuhan akademik.
Baca juga:Â Duel Gila! Juventus vs Dortmund Berakhir 4-4, 8 Gol Tercipta Hanya dalam 1 Babak
Banyak Nama Besar, Sedikit Produktivitas
Di atas kertas, laga ini dipenuhi pemain berkualitas. Ada Rafael Leao, Mike Maignan, Adrien Rabiot, hingga Teun Koopmeiners. Di lapangan, kualitas itu lebih sering hadir sebagai potensi ketimbang kenyataan.
Babak pertama yang berjalan alot baru sedikit hidup 10 menit sebelum jeda. Rabiot memanfaatkan umpan terobosan dan memaksa Michele Di Gregorio melakukan penyelamatan gemilang.
Bola muntah jatuh ke kaki Leao. Publik menahan napas. Lalu bola melambung.
Dua menit berselang, Khephren Thuram menyambar umpan silang rendah dari Francisco Conceicao dan menceploskan bola ke gawang. Juventus sempat bersorak. Namun teknologi dan garis offside berkata lain.
Gol dianulir. Selebrasi berubah menjadi jalan kaki kembali ke tengah lapangan ritual paling sunyi dalam sepak bola modern.
Selepas turun minum, Milan tampil lebih agresif. Mereka tampak sadar bermain di kandang sendiri tanpa ancaman nyata adalah cara cepat mengundang kritik.
Peluang terbaik datang pada menit ke-51 lewat Alexis Saelemaekers. Tembakannya menghantam mistar gawang.
Juventus juga punya kesempatan lewat Bremer dan Koopmeiners, namun tak ada yang cukup tajam untuk menembus gawang Maignan. Di sisi lain, Milan kesulitan menciptakan ancaman serius di menit-menit akhir.
Meski lini depan tidak mengesankan, tim asuhan Luciano Spalletti layak mencatat satu hal: clean sheet keempat beruntun di Serie A.
Bahkan lebih tajam lagi, Juventus kini mencatat enam clean sheet beruntun melawan Milan. Rossoneri belum mencetak gol ke gawang Juventus sejak Mei 2023.
Klasemen Makin Ketat, Kesempatan Terbuang
Satu poin memang lebih baik daripada nol. Tapi dalam perebutan tiket Liga Champions, satu poin kadang terasa seperti recehan saat yang dibutuhkan adalah kemenangan.
Milan masih sedikit nyaman di posisi ketiga. Juventus, yang gagal menyalip Milan, kini harus menoleh ke belakang. Como 1907 dan AS Roma hanya terpaut tiga poin. Dan di Serie A, jarak tiga poin bisa hilang lebih cepat daripada kesabaran suporter.
Pertandingan ini mencatat Juventus melepaskan 10 tembakan dan Milan delapan. Namun statistik tanpa gol sering kali hanya angka yang sopan untuk menyebut kebuntuan. Dua tim besar datang membawa sejarah, rivalitas, dan tekanan.
Baca juga:Â Gol Ibrahimovic bawa AC Milan ke Liga Europa musim depan
Milan dan Juventus sama-sama gagal kalah, tapi juga gagal benar-benar menang. Di laga sebesar ini, hasil imbang sering terdengar dewasa.
Namun bagi pemburu Liga Champions, itu juga bisa berarti kesempatan yang dibuang dengan sangat elegan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













