Survei Awal KKL 13 IIQ Jakarta ke Desa Kembang Kuning: Dusun 3 Direkomendasikan Jadi Lokasi Posko

Mahasiswa Kelompok 13 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta melakukan pertemuan koordinasi awal dengan perangkat Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: Dok IIQ)

Milenianews.com, Bogor — Mahasiswa Kelompok 13 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta melakukan pertemuan koordinasi awal dengan perangkat Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 19 Juni 2026, pukul 09.30–11.00 WIB. Pertemuan berlangsung di Kantor Desa Kembang Kuning dan menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan program kerja yang direncanakan berjalan pada Juli mendatang.

Dari pihak esa, hadir Bapak Irfan selaku perangkat desa yang juga mengelola media sosial desa, didampingi satu rekan perangkat desa lain yang menjelaskan kegiatan keagamaan dan kepemudaan komunitas Sanggar di Dusun 3. Kepala Desa berhalangan hadir karena masih berada di luar lokasi. Sementara itu, Kelompok 13 KKL IIQ Jakarta diwakili lima mahasiswa: Feby Salsabilla Kesturi selaku Ketua Kelompok, Hulwatul Nisa, Ardila Virna, Ildha Pujarsari, dan Hanifa Inayatullah, mewakili total rombongan 15 mahasiswa yang akan diterjunkan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan akrab, tanpa presentasi formal. Sesi perkenalan nama dan divisi bahkan baru mengalir di tengah obrolan, sebelum mahasiswa menyerahkan draf proposal kegiatan kepada pihak desa.

Dalam diskusi, pihak desa memaparkan profil wilayah yang terdiri dari 3 dusun, 25 RT, 7 RW, serta sekitar 45 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Pihak desa merekomendasikan Dusun 3 sebagai lokasi utama kegiatan, dengan pertimbangan aktivitas kepemudaan dan keagamaan yang paling aktif serta fasilitas yang dinilai paling memadai untuk dijadikan posko.

Tiga tema program kerja mahasiswa turut dibahas dan mendapat respons positif dari pihak desa. Untuk program metode mengaji, mahasiswa menawarkan pengenalan Metode Baghdadi—yang menitikberatkan pada makharijul huruf—sebagai pelengkap metode Iqro yang sudah berjalan di sana. Pihak desa menyarankan kolaborasi dengan guru-guru ngaji binaan yang tersebar di sekitar 25 tempat mengaji.

Untuk program literasi digital, pihak desa menyampaikan kendala literasi digital di tingkat RT/RW serta hambatan penyebaran informasi di masyarakat, dan menyambut terbuka rencana kolaborasi pembuatan konten edukasi digital untuk media sosial desa.

Baca Juga : Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IIQ Jakarta Ikuti Pertemuan dengan Dosen Pembimbing Saepullah, M.A.

Sementara untuk program penghijauan (Green Quranic Village) berupa rencana penanaman 1.000 pohon, pihak desa menyambut baik dan menawarkan dukungan transportasi berupa mobil pikap dan mobil koperasi untuk pengangkutan bibit, serta merekomendasikan area Rawa Jejet sebagai lokasi tanam karena lahannya masih luas. Dusun 3 sendiri diketahui sudah memiliki program Bank Sampah mandiri yang berjalan rutin setiap bulan.

Mengenai keterbukaan komunikasi dengan generasi muda perangkat desa, salah satu perwakilan desa menyampaikan, “Kebetulan umurnya enggak jauh beda, Sekdes pun umurnya enggak jauh beda… muda-muda dari saya… Mungkin ya komunikasinya juga lebih enak, lebih enak gitu, jangan sungkan… Enggak usah kagok-kagok.”

Soal kesiapan mendukung program penghijauan, pihak desa turut menegaskan, “Ada kalau misalkan nanti ini. Soalnya kita juga mobil koperasi ada, terus mobil pikap, itu juga ada… Bisa, bisa.”

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menjadwalkan survei lanjutan pada minggu berikutnya untuk meninjau langsung wilayah Dusun 3, mencari rumah posko bagi 15 mahasiswa, serta berkoordinasi dengan Kepala Dusun dan Karang Taruna setempat. Mahasiswa diminta mengkonfirmasi kedatangan H-1 sebelum kunjungan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *