Citra Publik dan Realitas Personal dalam Cerpen “Primadona” Karya A. Mustofa Bisri: Refleksi Fenomena Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah

cerpen primadona

Oleh: Ayudhia Cahya Windari, Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mata Akademisi, Milenianews.com – Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah menyita perhatian publik karena selama ini keduanya dikenal sebagai pasangan yang harmonis. Melalui berbagai tayangan televisi, kanal YouTube, dan media sosial, mereka kerap menampilkan kebersamaan yang hangat dan penuh kekompakan. Citra tersebut membuat banyak orang memandang rumah tangga mereka sebagai gambaran keluarga ideal. Karena itu, kabar perpisahan yang muncul kemudian menghadirkan kejutan bagi masyarakat. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa apa yang tampak di ruang publik tidak selalu mencerminkan kondisi pribadi yang sebenarnya.

Fenomena ini dapat dikaitkan dengan cerpen Primadona dalam kumpulan cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri. Cerpen tersebut menggambarkan bagaimana popularitas membentuk cara pandang masyarakat terhadap seseorang. Sosok yang dipuja dan dikagumi sering kali dianggap memiliki kehidupan yang sempurna, padahal di balik ketenaran itu terdapat berbagai persoalan yang tidak diketahui oleh publik.

Baca juga: Ketika Cinta Tak Lagi Sesederhana Memiliki: Membaca Cerpen Ave Maria Karya Idrus

Citra yang Dibangun di Ruang Publik

Melalui cerpen tersebut, A. Mustofa Bisri memperlihatkan bahwa citra yang melekat pada seseorang sering kali lebih dominan daripada realitas hidup yang dijalaninya. Status sebagai primadona membuat tokoh dalam cerita memperoleh perhatian, pujian, dan penilaian positif dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya, masyarakat lebih fokus pada penampilan luar yang tampak daripada memahami kehidupan pribadi yang sesungguhnya.

Kondisi serupa dapat dilihat pada fenomena Ruben Onsu dan Sarwendah. Selama bertahun-tahun, keduanya hadir di ruang publik sebagai pasangan yang harmonis dan jauh dari konflik. Berbagai unggahan media sosial serta aktivitas keluarga yang dibagikan kepada masyarakat membentuk persepsi bahwa rumah tangga mereka berada dalam keadaan baik. Ketika kabar perceraian muncul, banyak orang merasa terkejut karena kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan gambaran yang selama ini mereka lihat.

Jarak antara Popularitas dan Kenyataan

Melalui penggambaran dalam Primadona, A. Mustofa Bisri seolah mengingatkan bahwa ketenaran sering menciptakan jarak antara citra dan kenyataan. Masyarakat cenderung membangun penilaian berdasarkan apa yang terlihat di ruang publik, sementara persoalan pribadi berada di ruang yang tidak dapat diakses oleh orang lain. Kehidupan seseorang, termasuk figur publik, tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya dari penampilan yang ditunjukkan di hadapan media.

Fenomena perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi contoh bahwa citra harmonis yang ditampilkan kepada publik belum tentu menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Di balik sorotan kamera dan perhatian masyarakat, terdapat berbagai dinamika kehidupan yang tidak selalu diketahui oleh orang luar. Karena itu, penilaian terhadap kehidupan seseorang seharusnya tidak dibangun hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.

Baca juga: Novel Belenggu Mengingatkan bahwa Diam Kadang Lebih Menyakitkan daripada Pertengkaran

Pelajaran untuk Masyarakat

Dengan demikian, cerpen Primadona tidak hanya menghadirkan kisah tentang seorang tokoh yang dikagumi banyak orang, tetapi juga menawarkan refleksi mengenai cara masyarakat memandang popularitas. Karya tersebut mengajarkan bahwa citra positif yang dibangun di ruang publik dapat berbeda dengan realitas yang dialami seseorang.

Oleh karena itu, masyarakat perlu bersikap lebih kritis dan bijak dalam memandang kehidupan figur publik serta tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi seseorang hanya berdasarkan apa yang ditampilkan melalui media.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *