Milenianews.com, Trenggalek— Kabar bahagia hadir untuk para santri Pondok Pesantren Baitul Quran Al Farisy, Jl. Mayjen Sungkono, Gang Parang Garuda, RT 05/RW 02, Kelurahan Tamanan, Trenggalek. Pada 24 Agustus 2026, BMH Jawa Timur meresmikan sumur bor titik ke-290 di Jawa Timur, berlokasi di pesantren tersebut.
Sebelum adanya sumur bor, kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren belum tercukupi. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi para santri dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan ibadah, kebersihan, dan kegiatan di lingkungan pesantren.

Kini, hadirnya sumur bor menjadi sumber kebahagiaan baru bagi para santri. Ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan dapat membuat aktivitas belajar, beribadah, dan kehidupan sehari-hari di pesantren menjadi lebih nyaman.
Baca Juga : Senyum Bahagia Santri, BMH dan Permata Bank Resmikan Sumur Bor Ke-288
Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Quran Al Farisy, Ustadz Farid Ma’ruf, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas air bersih tersebut. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hadirnya sumur bor ini. Semoga air yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi para santri dan seluruh keluarga pesantren serta menjadi amal jariyah bagi para donatur,” kata Ustadz Farid Ma’ruf.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Bagus, salah satu santri yang menerima manfaat dari program tersebut. “Terima kasih, Kakak-kakak BMH. Alhamdulillah sekarang kebutuhan air di pesantren lebih terbantu,” ungkapnya.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, mengatakan bahwa sumur bor ke-290 ini menjadi bagian dari komitmen BMH untuk terus menghadirkan akses air bersih bagi pesantren dan masyarakat.

“Alhamdulillah, BMH kembali meresmikan sumur bor ke-290 di Jawa Timur. Semoga air yang mengalir dari sumur ini memberikan manfaat untuk kebutuhan ibadah, kebersihan, dan aktivitas sehari-hari para santri. Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program ini,” ujarnya.
Baca Juga : Senyum Santri Ponorogo, BMH Resmikan Sumur Bor Ke-289
Menurut Imam, hadirnya sumber air yang memadai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para santri dalam menjalani aktivitas di pesantren.
“Harapannya, manfaat sumur ini dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para donatur. Setiap tetes air yang dimanfaatkan untuk kebaikan, insyaAllah menjadi keberkahan,” pungkasnya.
Dari satu titik air, lahir banyak manfaat. Sumur bor ke-290 BMH menjadi sumber kehidupan sekaligus menghadirkan senyum bahagia bagi para santri di Trenggalek.












