Milenianews.com, Surabaya– Ratusan peserta mengikuti gelaran “Seni Memahami Soulmate: Ketika Cinta Tak Pernah Cukup” yang menghadirkan psikolog dan pakar neurosains dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI, di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panglima Ekspres, biro jasa keberangkatan haji dan umrah berkonsep “Tanpa Calo”, ini menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi masyarakat untuk memahami lebih jauh tentang hubungan pasangan, keluarga, komunikasi, serta berbagai dinamika kehidupan personal.
Acara yang dimulai pukul 12.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya eks Menteri BUMN Dr. H.C. Dahlan Iskan, Founder Kendangsari Hospital Surabaya dr. Muhamad Fachry, Sp.OG, Ustazah sekaligus pegiat psikologi Qurani Siti Fauziah, M.Si., CBHC, serta CEO Panglima Ekspres Andre Virgantara Putra, BSc, CEH, OSCP.
LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) turut mendukung kegiatan tersebut sebagai media partner.
Menghadirkan Beragam Perspektif tentang Kehidupan
Rangkaian acara menghadirkan pembahasan dari berbagai sudut pandang. Sesi pertama diisi oleh Ustazah Siti Fauziah, M.Si., CBHC melalui materi “Mengapa Hidup Orang Lain Lebih Bahagia”.
Sebagai konselor, Siti Fauziah mengajak peserta melihat kembali kecenderungan membandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi cara seseorang memandang kebahagiaan, hubungan, dan kehidupannya sendiri.
Selanjutnya, dr. Muhamad Fachry, Sp.OG membawakan materi “Haruskah Keturunan Jadi Penghalang?”
Materi tersebut mengangkat persoalan seputar keturunan dalam kehidupan pasangan dan keluarga sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk melihat persoalan tersebut dari perspektif medis dan kehidupan rumah tangga.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. H.C. Dahlan Iskan bersama Andre Virgantara Putra dalam pembahasan bertajuk “Peran Pasangan & Keluarga dalam Membangun Bisnis”.
Keduanya berbagi pengalaman mengenai bagaimana pasangan dan keluarga dapat memberikan dukungan dalam perjalanan membangun usaha maupun mencapai tujuan profesional.
Andre Virgantara Putra mengungkapkan bahwa dukungan pasangan tidak selalu harus diwujudkan dengan terlibat langsung dalam perusahaan.
Menurutnya, kehadiran pasangan yang mampu memahami kondisi dan memberikan ruang ketika dibutuhkan sudah menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti.
“Misalnya, pas saya pulang dalam kondisi yang terlihat lelah, dia tidak banyak menanyakan sesuatu kepada saya. Itu saja sudah membantu saya,” jelas Andre.
Pengalaman serupa juga disampaikan Dahlan Iskan. Founder Harian Disway tersebut menceritakan pilihan pasangan dan anak-anaknya untuk tidak terlibat langsung dalam perusahaan yang dikawalnya.
Dahlan juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana dirinya memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya. Menurutnya, tanggung jawab besar perlu dibangun melalui kepercayaan yang besar pula.
Aisah Dahlan: Cinta Saja tidak Selalu Cukup
Sebagai pembicara utama, dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI membawakan materi “Seni Memahami Soulmate: Ketika Cinta Tak Pernah Cukup”.
Dr. Aisah menghadirkan pendekatan yang memadukan perspektif psikologi, neurosains, dan nilai-nilai Islami dalam memahami hubungan pasangan.
Ia mengajak peserta memahami bahwa hubungan tidak berhenti pada persoalan rasa cinta. Dalam kehidupan bersama, pasangan juga perlu memahami karakter, pola komunikasi, cara berpikir, serta cara masing-masing individu memberikan respons terhadap berbagai situasi.
Perbedaan karakter menjadi salah satu hal yang perlu dipahami dalam membangun hubungan.
Dalam pemaparannya, dr. Aisah menjelaskan empat kecenderungan karakter yang dikenal sebagai sanguinis, koleris, plegmatis, dan melankolis. Masing-masing memiliki karakteristik, kekuatan, serta tantangan yang berbeda.
Pemahaman terhadap perbedaan tersebut diharapkan dapat membantu seseorang mengenali dirinya sendiri sekaligus memahami pasangan dengan lebih baik.

Drama Komunikasi Pasangan
Untuk memperkuat materi, dr. Aisah Dahlan juga menghadirkan drama singkat yang dimainkan oleh timnya.
Drama tersebut menggambarkan dinamika komunikasi pasangan yang memiliki karakter berbeda serta berbagai persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta diajak melihat bahwa perbedaan karakter tidak selalu harus menjadi sumber konflik. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi bagian yang saling melengkapi apabila masing-masing pihak mampu memahami dan menghargai karakter pasangannya.
Salah satu gambaran yang disampaikan dalam materi adalah kehidupan rumah tangga seperti menyusun permainan puzzle. “Permainan puzzle adalah merangkai kepingan-kepingan yang tidak sama sisi-sisinya, saling mengisi dan terangkai.”
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi dalam sesi utama bahwa pasangan tidak harus memiliki karakter yang sama untuk dapat membangun kehidupan bersama. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk saling memahami, melengkapi, dan menempatkan perbedaan sebagai bagian dari perjalanan bersama.
Antusiasme Peserta
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Tepuk tangan dan gelak tawa peserta beberapa kali terdengar sepanjang rangkaian kegiatan.
Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga datang dari berbagai daerah. Salah satunya dari Bogor, Jawa Barat.
Antusiasme peserta tidak lepas dari popularitas dr. Aisah Dahlan dalam menyampaikan berbagai materi seputar psikologi, keluarga, komunikasi, dan hubungan.
Bagi sebagian peserta, gaya penyampaian yang ringan dan mudah dipahami membuat berbagai konsep psikologi terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari antusiasme masyarakat terhadap pembahasan mengenai hubungan, pasangan, keluarga, dan kehidupan personal yang sebelumnya telah dihadirkan melalui deep talk session pada awal tahun.
Pada gelaran sebelumnya, Panglima Ekspres juga menghadirkan Paula Verhoeven sebagai salah satu pembicara.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, tema mengenai hubungan dan keluarga kembali dihadirkan dengan perspektif yang lebih luas, tidak hanya mengenai relasi pasangan, tetapi juga kesehatan reproduksi, kehidupan keluarga, serta peran pasangan dalam membangun kehidupan dan bisnis.
Panglima Ekspres Perluas Ruang Edukasi Masyarakat
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Panglima Ekspres memperluas perannya di tengah masyarakat.
Perusahaan travel haji dan umrah yang berlokasi di Jalan Ngagel Jaya No. 10 Surabaya tersebut tidak hanya berfokus pada layanan perjalanan ibadah, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memiliki nilai edukasi, inspirasi, dan pengembangan diri.
Berbagai kegiatan yang pernah digelar mencakup kajian, beauty class, deep talk session, hingga forum edukasi dengan menghadirkan tokoh dari berbagai bidang.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Panglima Ekspres berupaya membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat, tidak hanya dalam konteks perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga melalui ruang-ruang edukasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan “Seni Memahami Soulmate: Ketika Cinta Tak Pernah Cukup” menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai perspektif tentang cinta, karakter, komunikasi, keluarga, hingga perjalanan membangun kehidupan bersama.
Kehadiran BMH sebagai media partner turut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi dan nilai edukasi dari kegiatan tersebut kepada masyarakat melalui publikasi di berbagai kanal media.












