Milenianews.com, Madiun— BMH kembali merealisasikan program air bersih dengan meresmikan sumur bor ke-268 di Jawa Timur. Kali ini, program tersebut hadir di Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang berlokasi di Desa Wungu, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Sumur bor yang diresmikan pada Kamis, 21 Mei 2026 tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 400 santri yang menempuh pendidikan dan tinggal di lingkungan pesantren.


Sebelum adanya sumur bor, pesantren mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Air diperoleh dengan cara mengalirkannya dari kawasan pegunungan yang berjarak sekitar 5 kilometer menggunakan selang. Namun, pasokan air sering terlambat mengalir dan ketika musim kemarau tiba, sumber air tersebut kerap mengering sehingga aktivitas santri menjadi terganggu.
K.H. Muhammad Mukhyar selaku pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program sumur bor yang sangat dinantikan oleh pesantren.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan sumur bor dari BMH dan para donatur. Selama ini kami menghadapi kendala besar terkait kebutuhan air bersih, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan santri dapat terpenuhi dengan lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Abu Maftuh, salah satu santri penerima manfaat, juga mengungkapkan kebahagiaannya. Menurutnya, kehadiran sumur bor membuat para santri lebih mudah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan berwudhu.


“Alhamdulillah, sekarang kami tidak lagi khawatir kekurangan air. Aktivitas belajar dan ibadah menjadi lebih nyaman karena kebutuhan air sudah tercukupi,” tuturnya.
Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa program sumur bor merupakan salah satu bentuk komitmen BMH dalam menghadirkan solusi atas persoalan akses air bersih di pesantren dan masyarakat.
Baca Juga : Bahagia Santri Mengalir Bersama Hadirnya Sumur Bor Ke-266 BMH
“Alhamdulillah, sumur bor ke-268 ini menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan. Dampak program ini tidak hanya menyediakan akses air bersih bagi 400 santri, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan, mendukung kegiatan pendidikan, memperlancar aktivitas ibadah, serta mengurangi beban pesantren dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya.
BMH Jawa Timur terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program wakaf sumur bor agar semakin banyak pesantren dan masyarakat yang terbantu mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.














