Milenianews.com, Tulungagung— BMH Jawa Timur kembali merealisasikan program wakaf sumur bor dengan meresmikan sumur bor ke-267 di Jawa Timur yang berlokasi di Pondok Pesantren Daarussalam, RT 001 RW 002, Dusun Ringinagung, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Rabu (20/5/2026).
Program ini menjadi solusi atas persoalan air bersih yang selama ini dihadapi pesantren. Sebelum adanya sumur bor, kebutuhan air sehari-hari santri dan pengelola pesantren mengandalkan sumber air yang kondisinya keruh dan berbau sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun aktivitas sehari-hari.
Peresmian sumur bor disambut penuh syukur oleh keluarga besar Pondok Pesantren Daarussalam. Kehadiran sumber air bersih baru ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, ibadah, serta kebutuhan sanitasi para santri.


Mukhid selaku pengasuh Pondok Pesantren Daarussalam menyampaikan rasa terima kasih kepada para pewakaf dan BMH yang telah membantu menghadirkan akses air bersih bagi pesantren.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hadirnya sumur bor ini. Selama ini kami menghadapi kendala kualitas air yang keruh dan berbau. Kini para santri dapat menikmati air yang lebih bersih dan layak. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Baca Juga : Bahagia Santri Mengalir Bersama Hadirnya Sumur Bor Ke-266 BMH
Hal senada disampaikan oleh Galuh Ambarwati, salah satu santri penerima manfaat. Ia mengaku senang karena kini kebutuhan air untuk mandi, mencuci, dan berwudhu menjadi lebih mudah dan nyaman.
“Alhamdulillah, sekarang airnya lebih bersih dan tidak berbau. Kami sangat senang karena aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar,” tuturnya.


Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, menyampaikan bahwa program sumur bor merupakan salah satu program unggulan dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan pesantren.
“Alhamdulillah, sumur bor ke-267 ini menjadi bukti nyata kolaborasi kebaikan antara para donatur dan BMH dalam menghadirkan akses air bersih. Dampak program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air bagi santri dan pengelola pesantren, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan lingkungan, kenyamanan beribadah, serta mendukung aktivitas pendidikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
BMH Jawa Timur terus berkomitmen memperluas manfaat program wakaf sumur bor ke berbagai wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.














