Kisah Leo, Alumni UBSI yang Berhasil Naik Karier dari Barista Menjadi Team Leader Bank

Leo Alumni UBSI

Milenianews.com – Kesuksesan karier tidak selalu lahir dari awal yang sempurna. Bagi Leonardus Satrio Eko Permadi atau Leo, setiap kesempatan menjadi pijakan untuk berkembang. Alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, Bekasi, itu membuktikan bahwa kerja keras, kemampuan komunikasi, dan semangat belajar mampu membuka jalan menuju posisi yang lebih tinggi.

Perjalanan Leo dimulai jauh sebelum ia mengenakan seragam perbankan. Saat masih kuliah, ia bekerja sebagai barista selama hampir dua tahun. Dari balik meja penyajian kopi, ia belajar melayani pelanggan, menawarkan produk, dan membangun komunikasi yang efektif. Pengalaman sederhana itu kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya.

Berawal dari Dunia Barista

Leo memilih Prodi Ilmu Komunikasi karena menyukai dunia publikasi dan senang berinteraksi dengan banyak orang. Baginya, komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga keterampilan membangun hubungan dengan orang lain.

“Dulu pilih Ilmu Komunikasi karena memang suka dunia publikasi. Selain itu, aku juga orangnya cukup talkative,” ujar Leo saat diwawancarai pada Selasa (21/7).

Selama kuliah, ia lebih fokus menyelesaikan perkuliahan dibanding mengikuti organisasi kampus. Namun, ia tetap aktif sebagai bagian humas dan dokumentasi di organisasi gereja.

Menurut Leo, lingkungan kampus yang suportif menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Ia menikmati suasana belajar bersama dosen yang terbuka serta sistem pembelajaran hybrid yang memudahkannya mengatur waktu.

“Teman-temannya suportif. Dosen-dosennya juga seru. Sistem hybrid bikin kuliah lebih fleksibel karena aku tetap bisa menjalankan aktivitas lain,” katanya.

Ilmu Komunikasi Menjadi Bekal Karier

Leo mengaku banyak mata kuliah yang kini terasa manfaatnya di dunia kerja. Public speaking, teknik negosiasi, hingga copywriting menjadi kemampuan yang terus ia gunakan dalam profesinya.

Ia juga menghadapi tantangan selama kuliah, terutama pada mata kuliah yang dipenuhi teori. Untuk mengatasinya, Leo memperbanyak membaca dan mempelajari materi secara mandiri.

Kebiasaan tersebut membentuk pola belajar yang membantunya beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.

Dari Sales hingga Memimpin Tim

Setelah lulus pada Desember 2024, Leo tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Pada Februari 2025, ia bergabung sebagai sales kredit melalui perusahaan outsourcing yang bekerja sama dengan sektor perbankan.

Pekerjaan itu mengharuskannya bertemu banyak orang setiap hari. Ia menawarkan produk kredit, membangun relasi dengan nasabah, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan pemasaran.

“Di situ aku makin terbiasa public speaking, negosiasi, dan marketing. Pengalamannya benar-benar terasa,” ungkapnya.

Meski telah bekerja, Leo tetap aktif mengikuti berbagai proses rekrutmen. Ia melamar ke sejumlah bank BUMN, perusahaan pembiayaan, hingga Indomaret Group.

Usahanya membuahkan hasil. Leo lolos seleksi di Bank BTN melalui program General Banking Staff dan juga diterima sebagai Management Trainee di Indomaret Group. Setelah mempertimbangkan berbagai peluang, ia memilih berkarier di Bank BTN.

Kini, Leo dipercaya menjabat sebagai Field Collector Team Leader. Ia memimpin tim penagihan lapangan untuk kredit pemilikan rumah (KPR), menjaga hubungan dengan nasabah, mengoordinasikan pekerjaan anggota tim, serta menangani berbagai persoalan di lapangan.

Perkembangan kariernya berlangsung cukup cepat. Dari seorang sales lapangan, ia berhasil naik menjadi pemimpin tim dan kini sedang menjalani proses menuju pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Baca juga: UBSI Dukung Kejurprov Bola Voli U16 dan U18 DKI Jakarta, Siapkan Beasiswa Bagi Atlet Berprestasi

Kepercayaan Diri Jadi Pencapaian Terbesar

Bagi Leo, pencapaian terbesar bukan sekadar jabatan. Ia justru merasa perubahan paling berarti terjadi pada rasa percaya dirinya.

“Aku akhirnya bisa lebih percaya diri. Skill komunikasi dan negosiasi itu yang bantu aku saat jadi sales mencapai target, dan sampai sekarang masih sangat kepakai,” tuturnya.

Ia juga mengenang proyek kuliah berupa penyelenggaraan sebuah acara sebagai pengalaman yang paling membentuk dirinya. Melalui proyek tersebut, Leo belajar mengelola kegiatan, bernegosiasi dengan tenant, dan bekerja sama dalam tim.

“Proyek bikin event waktu kuliah benar-benar membantu. Aku belajar negosiasi, manajemen acara, dan kerja sama tim,” katanya.

Terus Belajar dan Jangan Takut Bermimpi

Leo menilai setiap mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk menggali potensi diri. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di kelas akan jauh lebih bermakna jika langsung diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Terus semangat belajar, gali ilmu sebanyak-banyaknya, cari potensi diri sendiri, lalu coba implementasikan. Jangan pernah kalah sama keadaan. Terus berjuang, aku yakin teman-teman juga pasti bisa,” pesannya.

Ke depan, Leo ingin terus mengembangkan karier, memiliki rumah sendiri, melanjutkan pendidikan magister, serta berbagi pengalaman kepada generasi berikutnya.

Perjalanan Leo menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Langkah kecil sebagai barista, pengalaman di bangku kuliah, hingga keberanian mengambil peluang membentuk jalan menuju posisi yang kini ia raih. Kisahnya menjadi pengingat bahwa konsistensi, kemampuan komunikasi, dan kemauan belajar dapat membuka banyak pintu kesempatan di dunia profesional.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *