Milenianews.com, Depok— Pertunjukan seni budaya angklung interaktif menjadi salah satu rangkaian dalam Kuliah Umum “Kepemimpinan Nasional sebagai Kunci Pembinaan SDM Unggul Bangsa” dan Peluncuran Buku 40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa yang diselenggarakan oleh Institut SEBI, Senin (31/9/2026). Pertunjukan berlangsung meriah dengan melibatkan tamu undangan, pimpinan, dan peserta untuk memainkan angklung secara bersama-sama.
Sesi tersebut dipandu oleh Banyu, alumni Institut SEBI, yang mengajak sejumlah tamu undangan untuk maju ke atas panggung dan mengikuti permainan angklung. Di antara tamu yang terlibat terdapat Rektor Institut SEBI Sigit Pramono, S.E., M.Sc., Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., MiM, Datuk Marajo, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, M.M., Kepala Desa Bojongkulur Bogor Firman Riansyah, Kepala Desa Keramat Wangi Garut Rana Kurnia, serta Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. guru besar FMIPA UI.

Banyu membuka penampilan dengan membawakan medley sejumlah lagu daerah, di antaranya “Kampuang Nan Jauh di Mato” dari Sumatera Barat, “Manuk Dadali” dari Jawa Barat, “Gundul-Gundul Pacul”, dan “Yamko Rambe Yamko”. Permainan angklung tersebut membuat suasana kuliah umum berlangsung semakin meriah dan menyenangkan.
Tidak hanya membawakan lagu, Banyu juga mengajak tamu undangan untuk terlibat langsung dalam permainan angklung. Para tamu mengikuti arahan Banyu dalam memainkan bagian nada masing-masing sehingga menghasilkan pertunjukan yang dimainkan secara bersama-sama.
Suasana semakin semarak ketika peserta turut menyanyikan sejumlah lagu nasional dan perjuangan, di antaranya “Halo-Halo Bandung” dan “Maju Tak Gentar”, serta lagu-lagu bertema kemerdekaan dalam rangka memperingati momentum 17 Agustus.
Konsep angklung interaktif membuat peserta tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi turut menjadi bagian dari pertunjukan. Interaksi antara Banyu sebagai pemandu, tamu undangan, dan peserta menciptakan suasana yang komunikatif dan dinamis sepanjang penampilan.
Permainan angklung secara bersama-sama juga membutuhkan koordinasi antarpemain. Setiap pemain memiliki bagian nada masing-masing yang harus dimainkan sesuai arahan agar menghasilkan alunan musik yang utuh. Hal tersebut menjadikan pertunjukan sebagai aktivitas kolektif yang mengedepankan kebersamaan dan keterlibatan seluruh pihak.
Pertunjukan angklung interaktif menjadi salah satu momen yang memberikan warna dalam rangkaian Kuliah Umum dan Peluncuran Buku Institut SEBI. Keterlibatan pimpinan, tamu undangan, dan peserta menjadikan sesi tersebut berlangsung hangat, meriah, dan penuh interaksi.
Pertunjukan ini menunjukkan bahwa kebersamaan dapat tercipta ketika setiap pihak mengambil bagian. Melalui permainan angklung, para tamu undangan dan peserta tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi turut menciptakan alunan musik secara bersama-sama.













