Milenianews.com, Bandung – Perubahan teknologi membuat dunia pendidikan tinggi harus terus bergerak. Kompetensi yang dibutuhkan industri hari ini bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, perguruan tinggi perlu memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Langkah tersebut dilakukan Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi (TI) Cyber University melalui kegiatan benchmarking ke Prodi TI Telkom University Bandung, Kamis (27/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Cyber University memperkuat dan mengembangkan kurikulum adaptif industri.
Kegiatan berlangsung di Kampus Telkom University. Jajaran pimpinan dan tim pengembang kurikulum dari kedua perguruan tinggi hadir dalam pertemuan tersebut.
Delegasi Cyber University dipimpin Wakil Rektor Dr. Agus Trihandoyo. Ia hadir bersama Ketua Prodi TI Cyber University Dicky Hariyanto dan tim dosen pengembang kurikulum.
Sementara itu, Telkom University menyambut rombongan Cyber University melalui Dekan Fakultas Informatika Kemas Muslim Lhaksmana. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik dan Dukungan Penelitian Tjokorda Agung Budi Wirayuda, Kaprodi TI Aji Gautama Putrada, serta jajaran akademisi Telkom University.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Perubahan Teknologi
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Dekan Fakultas Informatika Telkom University Kemas Muslim Lhaksmana memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Kemas menyoroti pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama dan pertukaran pengalaman dapat membantu perguruan tinggi menghadapi perubahan yang cepat di bidang teknologi informasi.
“Kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpenguruan tinggi sangat krusial, khususnya dalam merespons perubahan kebutuhan pendidikan di bidang teknologi informasi,” ujar Kemas dalam keterangan rilis, Sabtu (29/8).
Bagi Kemas, perkembangan teknologi menuntut institusi pendidikan untuk terus mengevaluasi pendekatan pembelajaran. Perguruan tinggi juga perlu membuka ruang pertukaran pengetahuan agar mampu mengikuti kebutuhan industri.
Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan Cyber University dalam menjalankan benchmarking. Wakil Rektor Cyber University, Dr. Agus Trihandoyo, menyebut kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mempelajari praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
“Kegiatan benchmarking ini adalah sarana strategis kami untuk memperoleh wawasan serta praktik baik dalam pengelolaan dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan era digital,” tutur Dr. Agus.
Membahas Kurikulum hingga Kebutuhan Dunia Kerja
Setelah sesi sambutan, tim pengembang kurikulum dari Cyber University dan Telkom University masuk ke agenda utama. Kedua pihak berdiskusi secara interaktif mengenai pengelolaan kurikulum dan pembelajaran.
Pembahasan mencakup mekanisme penyusunan kurikulum. Tim juga membahas proses implementasi serta cara menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, kedua pihak membicarakan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi Cyber University untuk melihat berbagai pendekatan yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan Prodi TI.
Bagi Cyber University, kurikulum tidak cukup hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Kurikulum juga perlu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Hal ini menjadi semakin penting ketika transformasi digital terus mengubah pola kerja di berbagai sektor. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan teknis sekaligus kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.
Baca juga: Benchmarking ke Tsinghua University, Cyber University Siapkan Pendidikan Teknologi Berstandar Global
Cyber University Siapkan Lulusan Berdaya Saing
Ketua Prodi TI Cyber University, Dicky Hariyanto, melihat benchmarking tersebut sebagai momentum untuk menyempurnakan struktur kurikulum program studi.
Ia berharap pertukaran pengalaman dengan Telkom University dapat memberikan perspektif baru bagi tim pengembang kurikulum Cyber University.
“Melalui kegiatan ini, Prodi TI Cyber University optimistis dapat menyempurnakan struktur kurikulumnya agar lebih relevan dengan tuntutan era transformasi digital,” ujar Dicky.
Menurutnya, pengembangan kurikulum juga berkaitan langsung dengan upaya menyiapkan lulusan yang mampu memasuki dunia kerja. Karena itu, kompetensi mahasiswa perlu terus disesuaikan dengan perkembangan industri.
“Sinergi ini juga diharapkan menjadi pijakan bagi Cyber University dalam mencetak lulusan berdaya saing tinggi, kompeten, dan siap beradaptasi di ranah industri global,” pungkasnya.
Menjaga Kolaborasi untuk Masa Depan
Kegiatan benchmarking kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol komitmen kedua perguruan tinggi untuk menjaga hubungan dan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan.
Bagi Cyber University, kunjungan ke Telkom University bukan sekadar agenda akademik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses melihat kembali arah pengembangan pendidikan teknologi.
Di tengah perubahan teknologi yang terus bergerak, kurikulum perlu mengikuti kebutuhan zaman. Namun, perguruan tinggi juga perlu memastikan setiap perubahan tetap berorientasi pada kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Melalui benchmarking dan kolaborasi akademik, Cyber University terus memperkuat langkahnya sebagai Shaping Future Digital Leader. Upaya tersebut diarahkan untuk menghadirkan pendidikan teknologi yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













