Pohon Kurma dan Tiga Permata Kehidupan Muslim

permata kehidupan

Tiga permata perhiasan hidup

Mengenai keindahan akhlak dan adab pada sikap seorang muslim, teringat akan petuah Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i yang dinukil oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitab Manaaqib Asy-Syaafi’i (Juz 2 hal. 188): “Jauharu al-mar’i fii khilali tsalatsin” (permata atau perhiasan hidup seseorang tampak pada tiga keadaan).

1. Menyembunyikan Kefakiran

Kitmanu faqrika hatta yadzunna an-naasu min ‘iffatika annaka ghaniyyun (menyembunyikan kefakiran hingga orang menduga bahwa engkau orang kaya karena kehormatan dirimu).

Ketika orang kaya raya menampakkan kekayaannya adalah hal wajar, asalkan tidak sombong dan zalim. Ketika mereka tidak menampakkannya bahkan hidup bersahaja, maka mereka telah bersikap zuhud—dunia hanya diletakkan di genggaman tangan, tidak merasuk ke dalam hati.

Di sisi lain, orang yang dibalut kemiskinan namun tetap menjaga kehormatannya hingga orang lain mengira mereka berkecukupan adalah orang yang qana’ah (kaya hati). Kekayaan sejati bukanlah pada keberlimpahan harta, melainkan keluasan hati (HR. Bukhari-Muslim). Ketika orang miskin tidak menunjukkan kemiskinannya apalagi meminta-minta, itulah permata yang menghiasi kehidupannya.

2. Menyembunyikan Kemarahan

Kitmanu al-ghadabi hatta yadzunna an-naasu annaka raadhin (menyembunyikan kemarahan hingga orang menduga bahwa engkau rela).

Salah satu akhlak terpuji dan tanda ketakwaan yang sulit dilakukan adalah menahan amarah (QS. Ali ‘Imran [3]: 134). Orang yang tersinggung dan naik pitam karena dihina atau dizalimi, lalu ia sanggup menahan atau menyembunyikan kemarahannya saat mampu membalas, adalah pemilik permata kehidupan yang sangat mahal.

Seseorang yang berlapang dada tidak akan mudah marah kecuali berkaitan dengan agamanya. Namun, kalaupun ia marah, hal itu tidak menghilangkan kehormatannya. Kesanggupan menyembunyikan kemarahan adalah bentuk kematangan diri yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pilihan.

Nabi SAW membagi karakter orang marah dalam empat kelompok: cepat marah dan lama reda (paling buruk), cepat marah dan mudah reda, lambat marah dan lambat reda, serta lambat marah dan mudah reda (paling baik) (HR. Ahmad). Selagi mampu, peganglah pesan Nabi SAW: “Jangan marah, niscaya bagimu surga.” (HR. At-Thabrani)

3. Menyembunyikan Kesusahan

Kitmanu asy-syiddati hatta yadzunna an-naasu annaka mutana’im (menyembunyikan kesusahan hingga orang menduga engkau berlimpah kenikmatan).

Setiap orang memiliki masalah sesuai kapasitas dan kedudukannya masing-masing. Kehidupan dunia memang tidak lepas dari persoalan yang mesti diselesaikan. Perbedaannya terletak pada kesanggupan dalam bersikap dan bertindak.

Seseorang yang mampu menyembunyikan kesusahan atau penderitaan hidupnya sampai orang lain mengira ia dalam kecukupan dan ketenangan adalah permata yang langka. Dahulu, almarhumah ibu pernah menasihati: “Nak, walau seberat apa pun penderitaan yang dihadapi, jangan kau tampakkan di wajahmu ketika berada di hadapan orang lain.”

Baca juga: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Menurut Al-Ghazali

Di saat banyak orang menampakkan kesusahan di media sosial agar mendapat iba dari sesama, seorang mukmin sejati memilih diam dalam keteguhan batin. Ia yakin ada Dzat Yang Maha Kaya yang selalu membersamainya. Segala keluh kesah, gundah gulana, dan himpitan beban hidup yang menyesakkan dada cukuplah diadukan kepada Allah SWT (HR. Bukhari).

Walhasil, keindahan pribadi seorang muslim terletak pada akhlak dan adabnya yang mulia. Ketika diberikan nikmat berlimpah, ia bersyukur dengan membagikannya kepada orang-orang yang berhak. Ketika diberi rezeki yang sedikit, ia bersabar dan tidak menampakkannya kepada orang lain hanya demi mendapatkan belas kasihan.

Siapa saja yang mampu menyembunyikan kefakirannya hingga orang menduga ia berkecukupan, menyembunyikan kemarahannya hingga disangka rela, serta menyembunyikan kesusahannya hingga dikira berkelebihan, maka ia telah memperoleh permata kehidupan yang indah dipandang mata manusia dan mulia di hadapan Allah SWT.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *