Milenianews.com, Jakarta – Katanya untuk masuk UFC seseorang harus menunggu bertahun-tahun, mengumpulkan kemenangan, lalu berharap suatu hari pintu terbesar MMA dunia terbuka. Bilal Hasan memilih cara yang sedikit lebih tidak sabar masuk ke kandang, bertarung, lalu menyelesaikan pekerjaannya dalam 45 detik. Kalau itu belum cukup membuat orang menoleh, entah apa lagi yang harus dilakukan.
Petarung yang merepresentasikan Indonesia tersebut mencuri perhatian pada Dana White’s Contender Series Season 10, Week 1, setelah menghentikan petarung India Mridul Saikia lewat TKO ronde pertama. Penampilan itu langsung diganjar kontrak UFC.
Baca juga: Sean Strickland Tumbangkan Khamzat Chimaev dan Rebut Sabuk UFC
Datang dengan Hype, Pulang Bawa Kontrak
Bilal bukan datang ke DWCS sebagai nama tanpa ekspektasi. Ia justru masuk dengan reputasi besar dan akhirnya membuktikan bahwa hype tersebut bukan sekadar kemasan promosi.
Pertarungan berlangsung singkat. Bilal memanfaatkan serangan awal dengan efektif hingga menjatuhkan Saikia dan melanjutkan serangan di bawah sampai wasit menghentikan laga.
Dana White pun tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan. Kontrak UFC akhirnya menjadi hadiah atas penampilan yang bahkan belum sempat membuat penonton duduk nyaman.
Dari Bilal, Indonesia Punya Cerita Baru
Keberhasilan ini membuat Bilal menjadi petarung Indonesia kedua yang menembus UFC setelah Jeka Saragih, yang lebih dulu mencapai Octagon melalui Road to UFC pada 2023.
Bedanya, Bilal datang dengan cara yang cukup dramatis. Bukan melalui pertarungan panjang, melainkan kemenangan 45 detik yang langsung membuat namanya menjadi perhatian.
Bagi MMA Indonesia, kedatangan Bilal bukan cuma soal satu nama tambahan di daftar petarung UFC. Kehadirannya membuka peluang agar semakin banyak talenta lokal melihat UFC sebagai tujuan yang realistis, bukan sekadar poster yang ditempel di dinding sasana.
“The Indo Ninja” Naik Panggung
Bilal Hasan dikenal dengan julukan “The Indo Ninja” dan memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia lahir di Oahu, Hawaii, lalu tumbuh di Amerika Serikat sebelum membangun karier MMA dengan tetap membawa identitas Indonesia.
Latar belakang tersebut membuat gaya bertarungnya berkembang melalui berbagai pengaruh. Di dalam cage, ia menggabungkan kecepatan, striking, dan kemampuan membaca momentum kombinasi yang pada malam itu terbukti terlalu cepat bagi lawannya.
Namun, UFC adalah cerita yang berbeda. 45 detik mungkin cukup untuk mendapatkan kontrak, tetapi jelas tidak cukup untuk membuktikan bahwa seseorang layak bertahan lama di level tertinggi.
Baca juga: Comeback Berakhir Pahit, Conor McGregor Kalah TKO dari Max Holloway di UFC 329
UFC bukan garis akhir. Justru di sinilah masalah sebenarnya dimulai. Bilal kini harus menghadapi lawan dengan pengalaman dan kualitas yang jauh lebih tinggi. Ekspektasi pun otomatis naik.
Setelah tampil begitu cepat di DWCS, publik tentu ingin melihat apakah “The Indo Ninja” mampu mengulang energinya ketika lawan berikutnya tidak mudah dijatuhkan.
Satu hal sudah pasti Bilal Hasan tidak lagi sekadar prospek. Kini, ia resmi menjadi bagian dari UFC.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












