Berangkat dari keyakinan bahwa bakmi adalah makanan lintas generasi, usaha ini dibangun dengan tujuan sederhana—menyediakan hidangan yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Tidak terbatas pada satu segmen tertentu, Bakmi Oriental justru menyasar semua kalangan, dari anak muda hingga keluarga.
Baca juga: KUWACi: Ketika Aci Naik Kelas di Tangan Anak Muda
Ide di balik Bakmi Oriental tumbuh dari kegemaran terhadap makanan pedas. Dari selera pribadi tersebut, muncul dorongan untuk menghadirkan menu yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan sensasi rasa yang lebih kuat.
Pendekatan ini membuat Bakmi Oriental tidak sekadar bermain di rasa standar. Ada upaya untuk menghadirkan karakter yang lebih tegas, terutama bagi penikmat cita rasa pedas yang semakin diminati.
Menjangkau pasar yang lebih luas
Dengan harga yang dimulai dari Rp17 ribu, Bakmi Oriental menempatkan diri di titik yang cukup terjangkau. Strategi ini memungkinkan produk tetap bisa diakses oleh berbagai kalangan tanpa kehilangan daya saing di tengah banyaknya pilihan kuliner serupa.
Distribusi juga menjadi bagian penting dari pengembangan usaha. Selain melayani pembelian langsung, Bakmi Oriental telah tersedia di platform layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood. Kehadiran di platform ini menjadi cara untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, terutama di tengah perubahan pola konsumsi yang semakin digital.
Saat ini, Bakmi Oriental telah hadir di Freshmarket Bintaro, dengan rencana ekspansi ke wilayah Larangan, Ciledug. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan sekaligus memperkenalkan produk ke lebih banyak konsumen.
Meski memiliki potensi pasar yang luas, tantangan utama yang dihadapi justru terletak pada visibilitas. Sebagai usaha yang masih berkembang, Bakmi Oriental belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri—bagaimana membangun kepercayaan sekaligus menarik perhatian di tengah persaingan kuliner yang semakin padat.
Harapan untuk terus berkembang
Ke depan, Bakmi Oriental tidak hanya berfokus pada penambahan menu, tetapi juga perluasan cabang. Rencana pembukaan titik baru menjadi sinyal bahwa usaha ini terus bergerak dan mencari peluang untuk tumbuh.
Di balik itu semua, ada harapan sederhana: agar Bakmi Oriental bisa menjangkau lebih banyak orang dan menjadi salah satu pilihan kuliner yang mudah diingat.
Baca juga: Bakmi Jowo Mas Bowo, Menjaga Rasa Jawa di Setiap Porsi
Dalam dunia kuliner yang terus berubah, langkah seperti ini menunjukkan bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, cukup dari hal yang dekat—seperti semangkuk bakmi dan kegemaran pada rasa pedas—yang kemudian perlahan berkembang menjadi peluang yang lebih luas.