6 Tradisi Yang Hanya Ada Di Bulan Ramadhan

Ramadhan 2019

Milenianews.com, Jakarta – Sebentar lagi umat muslim seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Meski belum ditetapkan secara pasti oleh pemerintah, namun sudah tercatat dalam kalender bahwa 1 Ramadhan (dimulainya puasa) jatuh pada Senin 6 Mei 2019.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu di sambut sukacita oleh seluruh umat muslim dunia, terlebih Indonesia. Selain bisa menikmati waktu kumpul bersama keluarga, ibadah sunnah saat bulan Ramadhan pahalanya sama dengan ibadah wajib.

Baca Juga : Wanita Ini Selesaikan “Projek Mulia” Nya, Buat Alquran Sulaman Tangan

Selain itu, ada juga hal-hal yag dinanti yang menjadi tradisi unik masyarakat Indonesia yang hanya ada saat bulan Ramadhan. Berikut 6 hal unik yang hanya saat bulan Ramadhan :

1. Membangunkan Orang Sahur

Kegiatan yang satu ini menjadi tradisi unik masyarakat Indonesia dalam membangunkan orang lain sahur agar cepat menjalankannya.

Biasanya dilakukan para pemuda kampung dengan membuat gaduh dengan aneka macam peralatan yang bisa di tabuh. Biasanya berupa alat dapur, bedug, toples kue kaleng dan lain sebagainya.

Orang yang membangunkan sahur biasa dimulai sekitar pukul 2 dinihari. Kata-kata yang sering dilontarkan biasanya adalah sahur… sahur…. sahur… sahur.. !! (dengan nada) disertai dengan bunyi berisik dari peralatan yang dibawa.

2. Kolak Untuk Takjil

Kolak menjadi makanan takjil yang populer selama Ramadhan. Takjil seperti hidangan manis yang wajib yang dimakan sebelum makan makanan lain.

Jenis dari kolak ini juga beragam. Seperti, labu siam, pisang, singkong, ketela, bluwah yang diracik dengan rasa manis dengan campura santan dan bumbu manis lainnya. Tak heran kolak selalu menjadi favorit masyarakat Indonesia yang selalu tersaji di meja makan.

3. Buka Bersama

Buka Puasa Bersama (Bukber) menjadi sangat populer saat bulan puasa. Seolah ini sudah menjadi tradisi saat bulan Ramadhan tiba. Biasanya sering dilakukan bersama teman-teman sekelas, sambil reunian, dengan orang kampus, saudara dan lainnya, sambil saling bercerita.

Bukber dilaksanakan tergantung siapa yang mengadakannya, waktunya kapan, tempatnya dimana. Sebenarnya kegiatan ini lebih kepada menikmati kebersamaan dibandingkan dengan santapan saat berbuka.

Yang mana hal ini umumnya sekaligus dapat mejadi kegiatan positif berjumpa dan mendekatkan silaturahmi bersama dengan orang lain, termasuk kawan lama kita.

4. Ngabuburit

Ngabuburit atau kegiatan membunuh waktu dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan adalah tradisi lama yang selalu dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini umumnya melibatkan banyak hal yang bisa dinikmati. Seperti halnya berbelanja, berjalan-jalan, bermain atau melakukan kegiatan lainnya.

Sebenarnya kegiatan ngabuburit ini luas maknanya dan untuk sekedar membunuh waktu saja, beribadah pun akan bisa membunuh waktu agar waktu buka tidak terasa.

Daripada ngabuburit dengan melakukan kegiatan yang tidak positif ada baiknya bagi anda yang ingin melakukan kegiatan ini cobalah salurkan pada hal-hal yang lebih baik seperti bersedekah, mengaji, tadarusan dan lain sebagainya.

5. Petasan

Yang satu ini, mungkin sangat digemari di kalangan anak-anak kecil. Para pedagang petasan seminggu sebelum ramadhan datang, biasanya sudah memenuhi lapak dagangan di pasar maupun di pinggir jalan. Petasan biasa dinyalakan untuk memanfaatkan waktu luang setelah pulang kuliah shubuh atau ngabuburit.

6. Baju Baru Saat Lebaran Idul Fitri

Setelah 1 bulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat muslim merayakan kemenangan dengan hari raya Idul Fitri. Ada hal yang unik yang dilakukan masyarakat Indonesia yang hendak menghadapi lebaran.

Yakni tradisi membeli baju baru untuk dipake dengan segala perlengkapan dan aksesorisnya yang baru. Entah darimana datangnya tradisi ini, namun pasar sandang atau toko baju seringkali dipadati oleh ibu-ibu dan banyak orang yang akan membeli baju lebaran. Kebiasaan ini menjadi hal unik tersendiri di Indonesia, mungkin negara lain tidak memiliki tradisi ini.

Baca Juga : Masyarakat Papua Tak Ingin Hutan Sagunya Hilang, “Sagu Itu Ibu Kami”

Ramadhan dan tradisinya di Indonesia terlihat semarak dan meriah. Tradisi tersebut hanya ada di bulan Ramadhan dan mungkin hanya di Indonesia.

Meski begitu, apapun tradisinya yang terpenting adalah meningkatkan ibadah yang harus ditunaikan oleh umat muslim dalam rangka memperbaiki dirinya menjadi lebih baik. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *