Milenianews.com – Bayangkan jika setiap kali ingin menyalakan api, manusia harus menggesekkan batu berulang kali atau memutar batang kayu hingga tangan terasa pegal. Memasak, menghangatkan tubuh, bahkan menyalakan lilin saat malam hari bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan.
Namun, kini hanya dengan satu gesekan kecil, nyala api dapat muncul dalam hitungan detik. Kemudahan yang sering dianggap sepele itu ternyata berawal dari sebuah penemuan tak terduga yang terjadi hampir dua abad lalu.
Sejak zaman prasejarah, api menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Kemampuan mengendalikan api memungkinkan manusia memasak makanan, bertahan dari cuaca dingin, hingga mengembangkan berbagai teknologi yang mendukung peradaban. Meski begitu, menciptakan api bukanlah perkara mudah.
Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah Taiwan di Chiang Kai-shek Memorial Hall
Selama berabad-abad, manusia mengandalkan batu api, baja, atau teknik menggesek kayu untuk menghasilkan percikan. Metode-metode tersebut membutuhkan kesabaran, keterampilan, dan tidak selalu berhasil dalam sekali percobaan. Karena itu, banyak orang pada abad ke-19 mulai mencari cara yang lebih praktis untuk menyalakan api.
Awal Penemuan Korek Api
Pada tahun 1826, seorang apoteker bernama John Walker menjalankan kesehariannya di sebuah toko kecil di Stockton-on-Tees, Inggris. Saat itu, ia bukan ilmuwan terkenal atau penemu yang sedang berusaha menciptakan alat revolusioner. Walker hanya melakukan eksperimen dengan berbagai campuran bahan kimia yang biasa ia kerjakan.
Suatu hari, sisa campuran bahan kimia mengering di ujung sebatang kayu tipis. Ketika kayu tersebut tanpa sengaja tergesek pada permukaan kasar, muncul percikan api yang langsung menarik perhatiannya. Momen sederhana itu menjadi awal dari sebuah penemuan besar.
Walker menyadari bahwa reaksi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan alat penyala api yang lebih praktis. Ia kemudian melapisi batang kayu tipis dengan campuran bahan kimia tertentu. Ketika batang itu digesekkan pada permukaan kasar, api dapat menyala dengan cepat tanpa perlu batu api atau teknik rumit lainnya. Penemuan tersebut menjadi korek api gesek pertama di dunia.
Dijual di Toko Apotek
Melihat potensi temuannya, Walker mulai menjual korek api buatannya di toko apotek miliknya. Produk itu diberi nama “Congreves” dan dikemas dalam kotak karton sederhana yang sudah dilengkapi amplas sebagai media gesekan.
Konsep tersebut terdengar sangat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Untuk pertama kalinya, manusia memiliki alat penyala api yang mudah dibawa dan digunakan hampir di mana saja.
Meski demikian, Walker membuat satu keputusan yang kemudian memengaruhi perjalanan namanya dalam sejarah. Ia memilih untuk tidak mematenkan penemuannya.
Akibatnya, banyak pihak lain meniru desain korek api tersebut dan menjual versi mereka sendiri. Nama Walker perlahan tenggelam di balik popularitas produk yang terus berkembang di berbagai negara.
Selama bertahun-tahun, kontribusinya tidak banyak dikenal. Baru setelah ia meninggal pada tahun 1859, John Walker mulai mendapatkan pengakuan luas sebagai pencipta korek api gesek pertama di dunia.
Pemantik Api Modern
Penemuan Walker menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi alat penyala api. Seiring berkembangnya teknologi, korek api mengalami banyak penyempurnaan, baik dari segi keamanan maupun kemudahan penggunaan.
Memasuki abad ke-20, pemantik api berbahan bakar gas mulai diperkenalkan. Salah satu perkembangan penting terjadi pada tahun 1948 ketika pemantik api saku Crillon hadir dengan mekanisme percikan yang digunakan untuk menyalakan gas.
Inovasi tersebut membuka jalan bagi lahirnya berbagai jenis pemantik modern yang kini digunakan jutaan orang di seluruh dunia. Bahkan di era pemantik elektrik dan teknologi canggih saat ini, prinsip dasar yang ditemukan Walker hampir dua abad lalu tetap menjadi fondasi penting dalam perkembangan alat penyala api.
Baca juga: Objektivitas Ilmiah di Era Krisis: Dari Cermin Datar Menuju Kompas Etis
Kisah John Walker mengingatkan bahwa tidak semua penemuan besar lahir dari rencana yang matang. Terkadang, perubahan yang mengubah dunia justru berawal dari rasa ingin tahu, keberanian, dan kemampuan melihat peluang dari sebuah hal kecil.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







