Oleh: Tuhfah Lu’lu’an Ramadhani, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah IAI SEBI
Mata Akademisi, Milenianews.com – Fenomena blind box saat ini makin populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Produk yang dikemas dalam kotak tertutup ini menawarkan sensasi kejutan karena pembeli tidak tahu secara pasti karakter atau varian apa yang bakal didapat. Tidak sedikit orang yang rela mengantre berburu edisi terbaru, bahkan rela checkout berkali-kali demi mendapatkan karakter langka yang diincar. Di balik keseruannya, muncul pertanyaan santun yang patut dilemparkan: “Apakah praktik blind box ini benar-benar sejalan dengan prinsip transaksi dalam Islam?”
Menurut saya, tren blind box perlu disikapi secara lebih kritis karena mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) yang cukup pekat. Islam itu tidak cuma mengurus ibadah di atas sajadah, tapi juga memberi rambu-rambu dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Salah satu prinsip yang sangat ditekankan adalah kejelasan barang yang diperjualbelikan. Pembeli berhak tahu apa yang dia beli, sementara penjual wajib menjelaskan barangnya agar tidak ada drama kekecewaan di kemudian hari.
Baca juga: Ketika Kata “Wajar” Berubah Menjadi Alat Pembenaran
Dalam transaksi blind box, pembeli memang tahu harga dan seri produknya, tapi sama sekali tidak tahu bentuk fisik barang yang bakal dipegang. Bisa saja dapat karakter impian, tapi bisa juga dapat varian yang tidak disukai, atau malah dapat barang kembar yang di rumah sudah ada tiga biji. Ketidakjelasan inilah yang jadi persoalan utama. Kalau tujuan jual beli adalah mendapatkan barang tertentu, ya mestinya barang itu sudah jelas wujudnya sejak awal transaksi.
Antara Hobi Koleksi dan Candu Spekulasi
Sebagian orang membela diri dengan bilang blind box itu aman-aman saja karena pembeli tetap dapat barang fisik. Tapi menurut saya, argumen itu belum cukup buat membilas keraguan. Justru daya tarik utama blind box ada pada unsur ketidakpastian itu sendiri. Banyak orang beli bukan karena butuh mainannya, tapi karena tergoda peluang dapat karakter langka. Dengan kata lain, yang dijual bukan cuma produknya, melainkan juga sensasi keberuntungan dan dopamin instan.
Kondisi ini makin mengkhawatirkan ketika seseorang mulai kalap beli berulang kali demi mengejar satu karakter. Tidak sedikit kolektor yang dompetnya jebol karena terus berharap dapat karakter impian. Pas belum dapat, mereka terdorong coba lagi dan lagi. Pola semacam ini menunjukkan bahwa keputusan membeli sering kali didorong oleh spekulasi, bukan kebutuhan. Meski beda dengan perjudian karena pembeli tetap dapat barang, mekanisme psikologis di kepalanya mirip: sama-sama berharap dapat sesuatu yang lebih bernilai lewat faktor hoki.
Selain itu, budaya konsumsi yang dibentuk blind box ini patut dipertanyakan. Di tengah biaya hidup yang makin mencekik, kebiasaan menguras uang cuma demi memuaskan rasa penasaran tentu bukan perilaku yang bijak. Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap sederhana, menghindari pemborosan, dan menggunakan harta secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, tren yang bikin orang beli berulang kali tanpa kepastian hasil ini harusnya jadi bahan renungan.
Baca juga: Fenomena “Kabur Aja Dulu”: Tren Sesaat atau Langkah Strategis Membangun Masa Depan?
Bukan berarti hobi mengoleksi mainan itu haram atau salah. Hobi tetap bisa jadi sarana hiburan yang positif selama dilakukan secara wajar dan rasional. Tapi kalau tujuan utamanya cuma mengejar karakter tertentu, pakai jalan ninja saja: beli produk yang sudah terbuka (open box) atau beli langsung dari sesama kolektor. Cara ini jauh lebih aman, bebas pusing, dan sesuai dengan prinsip kejelasan transaksi.
Pada akhirnya, populer bukan berarti bebas masalah. Blind box memang menawarkan kesenangan dan sensasi yang nagih, tapi di dalamnya ada unsur ketidakjelasan dan spekulasi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebagai muslim, sudah semestinya kita tidak cuma mengejar senang, tapi juga memastikan tiap rupiah yang keluar tetap berada di jalan yang jelas dan berkah.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













