Milenianews.com, Jakarta– Jajaran pimpinan Institut SEBI menggelar kunjungan ke ParagonCorp pada Rabu (9/9/2026). Pertemuan ini difokuskan pada penjajakan potensi kerja sama strategis dalam membina karakter, integritas, serta kompetensi generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Rektor Institut SEBI Sigit Pramono, didampingi para Wakil Rektor yaitu Sepky Mardian (Bidang Akademik), Sri Mulyati (Bidang Keuangan dan Operasional), serta Fahmi Syahbudin (Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama).
Kehadiran jajaran pimpinan SEBI diterima secara resmi oleh jajaran eksekutif ParagonCorp, mencakup Komisaris ParagonCorp Ratih Savitri Ali, Corporate Secretary ParagonCorp Ade Fauzan, serta Portfolio Manager Investment and Family Office PT Paragon Beneva Investama Dimas Laksana Yudharaputra.
Dalam diskusi interaktif tersebut, terungkap adanya kesamaan visi yang kuat antara pilar budaya ParagonCorp dan nilai inti pengembangan mahasiswa di Institut SEBI.
ParagonCorp memaparkan fondasi operasional mereka yang berlandaskan 6 Paragonian Values: Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, Inovasi, dan Kebermanfaatan. Kendati bukan perusahaan berbasis syariah, raksasa industri kosmetik nasional ini konsisten menanamkan iklim kerja religius dan etika moral yang tinggi pada setiap insan kreasinya.

Prinsip tersebut bersinergi erat dengan 5 Karakter Utama mahasiswa Institut SEBI, yakni Berakhlakul Karimah, Berprestasi, Berorganisasi, Profesional di bidangnya, serta Berjiwa Pelopor Kebangkitan Masyarakat. Pendekatan SEBI memastikan bahwa kecakapan akademis mahasiswa senantiasa dibarengi dengan kedalaman spiritual dan integritas etis.
Komisaris ParagonCorp Ratih Savitri Ali mengungkapkan bahwa di samping nilai ketuhanan dan kebermanfaatan, penguasaan soft skill—seperti kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan jiwa kepemimpinan—menjadi faktor penentu keberhasilan di ekosistem ParagonCorp.
Baca Juga : Institut SEBI Akselerasi Budaya Mutu, Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Akademik
“Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri sangat krusial untuk memastikan mahasiswa siap secara teknis maupun mental,” kata Ratih Savitri Ali .
Melalui penjajakan ini, kedua belah pihak sepakat untuk merumuskan langkah taktis ke depan, mencakup program pengembangan kepemimpinan mahasiswa, pemagangan berbasis penguatan karakter, hingga kemitraan kelembagaan yang berkelanjutan.













