Milenianews.com, Depok– Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Depok menggelar acara Grand Opening, Sabtu, 23 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh banyak tokoh lintas bidang, antara lain Menteri Pendidikan Dasar & Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed yang meresmikan langsung Sekolah BM 400 Depok.
Dalam kesempatan tersebut CEO Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si memaparkan kesiapan BM 400 Depok untuk menghadirkan sekolah dengan fasilitas modern sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang utuh.
Salah satu yang ditekankan adalah kesiapan BM 400 Depok mencetak lulusan yang religius, nasionalis dan internasionalis. “Program pendidikan di BM 400 Depok dirancang bukan hanya untuk membuat anak pintar, tetapi untuk membuat anak utuh. Utuh secara keimanan. Utuh secara kebangsaan. Utuh secara wawasan global. Karena itu, ada tiga capaian besar BM 400 yaitu membentuk generasi: Religius, Nasionalis, dan Internasionalis,” kata Dr. Sutrisno.
Ia menjelaskan, Religius di Bakti Mulya 400 Depok bukan sekadar aktivitas ibadah ritual, tetapi membentuk siswa memiliki kesadaran ketuhanan (God-consciousness) yang memandu perilaku sehari-hari. “Membentuk akhlak sebelum membentuk kecerdasan. Menanamkan integritas: jujur, amanah, disiplin, dan empa sebagai wujud iman,” ujarnya.
Nasionalis di Bakti Mulya 400 Depok, dia melanjutkan, adalah kesadaran bahwa pendidikan bertujuan menyiapkan generasi yang mencintai, memahami, dan berkontribusi bagi Indonesia.
“Internasionalis bukan berarti kebarat-baratan, tetapi kesiapan untuk menjadi warga dunia (global citzen) tanpa kehilangan jati diri. Maknanya berpikir terbuka, krtitis, dan adaptif terhadap perkembangan global, menguasai bahasa internasional dan literasi teknologi,” kata Dr. Sutrisno.
Program internasional BM 400 Depok diwujudkan dalam struktur Kurikulum Cambridge yang konkret:
- Siswa SD mengikuti Primary Checkpoint
- Kelas 7–8 mengikuti Secondary Checkpoint
- Kelas 9–10 mengikuti IGCSE
- Kelas 11–12 mengikuti AS Level
“Anak-anak Depok tidak boleh hanya menjadi penonton dunia. Mereka harus menjadi bagian dari aktor dunia,” tegas Dr. Sutrisno Muslimin.














