Milenianews.com, Jakarta – Sekarang ada sesuatu yang lebih menakutkan bagi fans Arsenal daripada tagihan listrik akhir bulan, melihat Manchester City menang lagi saat musim tinggal dua pertandingan. Ketika banyak orang mengira rotasi pemain bakal membuat mesin Pep Guardiola sedikit batuk-batuk, yang terjadi justru sebaliknya. Manchester City malah tampil seperti kantor pinjol yang baru cair bonus tahunan tetap ganas, tetap menekan, dan tetap bikin lawan sesak napas.
Baca juga: Manchester City Tundukkan Arsenal 2-1, Persaingan Gelar Liga Inggris Memanas
Bermain di Etihad Stadium pada Kamis (14/5) dini hari WIB, Manchester City menghajar Crystal Palace dengan skor telak 3-0 dalam laga tunda pekan ke-31 Premier League. Kemenangan itu bukan cuma soal tiga poin, melainkan juga sinyal ancaman serius kepada Arsenal yang masih duduk di puncak klasemen sambil mulai melirik kalender dengan cemas.
Rotasi Pep Guardiola Tetap Terlihat “Tidak Manusiawi”
Yang menarik, Pep Guardiola justru menyimpan beberapa pemain utama demi fokus ke final Piala FA. Tapi seperti biasa, skuad Manchester City terasa tidak manusiawi. Kehilangan Erling Haaland ternyata tidak membuat lini depan ompong. Sebaliknya, permainan City justru terlihat lebih cair, kolektif, dan mengalir seperti air galon isi ulang yang lupa dimatikan.
Antoine Semenyo membuka pesta gol pada menit ke-32 setelah memanfaatkan assist ciamik Phil Foden. Delapan menit kemudian, Omar Marmoush ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat skema yang hampir serupa. Lagi-lagi, Foden menjadi dalangnya.
Kalau Haaland biasanya jadi monster utama City, kali ini Phil Foden tampil seperti sutradara yang mengatur seluruh adegan. Ia tidak mencetak gol, tapi dua assist-nya menjadi bukti bahwa pemain Inggris itu masih salah satu otak paling berbahaya di Premier League musim ini.
Crystal Palace Hanya Jadi Korban Mesin City
Crystal Palace sebenarnya tidak tampil terlalu buruk. Masalahnya, menghadapi City musim ini ibarat mencoba menahan banjir pakai payung. Bertahan terlalu dalam salah, mencoba menyerang juga berisiko dibantai balik.
Pada babak kedua, City tetap menguasai permainan tanpa terlihat tergesa-gesa. Mereka seperti orang kaya lama: santai, tapi tetap menyakitkan untuk dilihat rivalnya. Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-84 lewat Savinho setelah menerima umpan Rayan Cherki. Skor 3-0 menutup malam yang semakin membuat fans Arsenal sulit tidur nyenyak.
Baca juga: Crystal Palace Bikin Sejarah, Jegal Liverpool di Community Shield Lewat Drama Adu Penalti
Kemenangan ini membuat Manchester City kini mengoleksi 77 poin dari 36 pertandingan, hanya terpaut dua angka dari Arsenal yang masih berada di puncak klasemen. Bedanya, tekanan psikologis kini mulai berpindah arah.
Arsenal memang masih memegang kendali. Namun dalam urusan perburuan gelar, Manchester City punya reputasi seperti karakter final boss di video game: kelihatannya bisa dikalahkan, tapi begitu lawan lengah sedikit, semuanya tamat.













