PSS Sleman Kembali ke Liga 1 Usai Jadi Juara Grup Championship

Milenianews.com, Jakarta – Jika degradasi ibarat memaksa turun dari panggung, maka PSS Sleman memilih untuk segera naik kembali dan tak betah lama duduk di bangku penonton. Baru juga semusim merasakan dinginnya kasta kedua, mereka sudah kembali seolah ingin bilang, “maaf, ini tadi cuma salah lantai.” Dan Minggu sore di Maguwoharjo, mereka tidak sekadar naik lagi, tapi mengetuk pintu Liga 1 dengan cara yang cukup berisik untuk diabaikan.

Minggu sore (3/5), di Stadion Maguwoharjo. PSS Sleman memastikan diri kembali ke kasta tertinggi setelah menaklukkan PSIS Semarang dengan skor meyakinkan 3-0 di laga penutup fase grup Championship. Bukan sekadar menang, tapi menang dengan cara yang cukup lantang untuk didengar sampai tribun paling belakang atau setidaknya sampai ke mereka yang dulu sempat meragukan.

Baca juga: Suporter PSS Sleman Meninggal Dunia Dikeroyok, Saat Laga PSS vs Persebaya

Musim lalu, PSS Sleman harus menerima kenyataan pahit: degradasi dari Liga 1. Bersama PSIS Semarang dan PS Barito Putera, mereka turun kasta dan, seperti biasa, disertai komentar klasik: “tim ini butuh waktu lama untuk bangkit.” Ternyata tidak. Hanya satu musim. Dan mereka sudah kembali.

56 Poin dan Sedikit Drama Klasemen

Dengan kemenangan ini, PSS mengumpulkan total 56 poin dan mengunci status juara Grup 2. Angkanya sama dengan Persipura Jayapura, tapi unggul head-to-head detail kecil yang sering diabaikan sampai akhirnya jadi penentu nasib.

Persipura, meski menang 2-0 atas Persiku Kudus, harus puas di posisi runner-up dan melanjutkan perjuangan lewat babak play-off.  Pelatih Ansyari Lubis tentu menyampaikan rasa syukur. Ia menyebut kemenangan ini hasil dari kerja keras dan tekad pemain sejak awal musim.

Meski tiket promosi sudah di tangan, perjalanan PSS belum benar-benar selesai. Mereka masih harus memainkan final Championship melawan juara Grup 1, Garudayaksa FC. Final yang, tentu saja, bukan lagi soal promosi tapi soal gengsi.

Derby yang Sudah Ditunggu Terlalu Lama

Namun, mungkin yang paling ditunggu bukan final itu. Melainkan musim depan.

Ketika PSS Sleman akhirnya kembali ke Liga 1 dan membuka kemungkinan satu duel yang sudah lama dirindukan warga DIY dan seluruh penikmat bola di Indonesia ingin menyaksikannya, derby melawan PSIM Yogyakarta.

Bukan sekadar pertandingan. Tapi pertemuan dua identitas, dua sejarah, dan dua kelompok suporter yang tidak pernah benar-benar diam. Jika ini terjadi, stadion tidak hanya penuh tapi hidup.

Baca juga: Jelang Derby Mataram: PSIM Jogja Siap Hadapi Persis Solo di Stadion Manahan

Pada akhirnya, kisah PSS Sleman musim ini adalah cerita tentang jatuh dan bangkit klasik, memang, tapi selalu relevan. Namun pertanyaan sebenarnya baru akan dijawab musim depan: apakah ini kebangkitan, atau sekadar kunjungan singkat?

Karena di sepak bola Indonesia, yang paling sulit bukan naik ke atas. Tapi tetap tidak jatuh lagi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *