Dari Stunting hingga AI, Seminar FTI UBSI Bahas Solusi Digital untuk Indonesia

Seminar FTI UBSI

Milenianews.com, Bekasi — Di tengah percepatan era digital, teknologi tidak lagi sekadar alat bantu. Kini, inovasi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai dipandang sebagai kunci dalam menjawab berbagai persoalan nasional, dari kesehatan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi dan Informatika yang digelar oleh Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Kegiatan ini berlangsung di BSI Convention Center Kaliabang pada Kamis (9/4).

AI untuk Solusi Nyata di Masyarakat

Dalam forum tersebut, Zainal Arifin Hasibuan menegaskan bahwa penerapan AI harus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Ia menilai pendekatan ini penting agar transformasi digital tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.

“Transformasi digital itu harus benar-benar dilaksanakan secara bertahap dan bisa diintegrasikan dengan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, kita tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata,” ujarnya saat diwawancarai di Bekasi.

Ia juga menyoroti pentingnya fokus pada sektor prioritas. Menurutnya, bidang kesehatan menjadi salah satu area strategis, termasuk dalam penanganan stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Baca juga: 22 Mahasiswa UBSI Lolos GSA 2026, Bukti Kampus Digital Kreatif Berprestasi

Tantangan Besar: Budaya Riset

Selain peluang, tantangan juga menjadi sorotan dalam seminar ini. Zainal menilai budaya riset di kalangan akademisi masih perlu diperkuat agar inovasi teknologi dapat berkembang secara optimal.

“Tantangan terbesar kita adalah budaya meneliti yang belum kuat. Jika dosen tidak aktif melakukan penelitian, maka sulit menghasilkan inovasi yang berdampak. Karena itu, penguatan kapasitas dosen menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dosen memiliki peran strategis sebagai motor penggerak inovasi. Karena itu, peningkatan kompetensi di bidang keilmuan, teknologi, serta keterlibatan dengan industri menjadi langkah penting untuk menciptakan riset yang relevan dan berdaya saing global.

Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi

Lebih lanjut, seminar ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu bekerja bersama untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

Pendekatan learning by doing juga dinilai efektif dalam menyiapkan talenta digital. Dengan praktik langsung, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi dalam kehidupan nyata.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital. Melalui seminar ini, UBSI menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan akademisi dan praktisi untuk mendorong inovasi teknologi di Indonesia.

Pada akhirnya, transformasi digital bukan hanya soal teknologi canggih. Lebih dari itu, keberhasilannya ditentukan oleh kesiapan manusia, kekuatan riset, serta kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *