Milenianews.com – Di kamar yang remang, suara tombol ponsel berbunyi cepat, diikuti dentingan musik latar yang tak pernah berhenti. Mata yang terlihat pada layar terkadang berkedip cepat, tetapi ukurannya tidak pernah lepas dari kontrol virtual. Waktu terasa cepat berlalu, jam yang awalnya baru menunjukkan pukul tujuh malam, tiba-tiba sudah melewati tengah malam.
Itulah dunia banyak remaja Indonesia hari ini. Dunia yang dibentuk oleh permainan digital yang begitu memikat dan lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga ruang interaksi, pelarian, dan terkadang, ketergantungan tanpa sadar.
Survei terbaru yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komdigi) menunjukkan fakta yang membuat banyak orang tua berpikir ulang, bahwa sekitar 33 persen remaja di Indonesia mengalami kecanduan gim digital.
Fenomena ini bukan lagi sekedar rumor atau perkiraan, tapi ini adalah kenyataan yang hidup di ruang keluarga, kamar tidur, bahkan pikiran banyak orang muda.
Baca juga: Bupati Mukomuko Minta Blokir Game Online ke Menkominfo
Game yang Menjadi Ruang Kedua
Remaja sekarang tumbuh di dunia yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Dulu, permainan yang identik dengan bola di lapangan, petak umpet di halaman rumah, atau permainan tradisional yang ramai oleh suara teman.
Hari ini, permainan sering berbentuk pixel dan jaringan internet. Dunia maya ruang menjadi yang kedua sebagai tempat berkumpul, berkompetisi, bahkan membangun identitas. Di sana, skor tinggi, lencana prestasi, dan kemenangan virtual membawa kepuasan yang sulit dijelaskan karena memberikan sensasi pencapaian yang nyata, meski hanya dalam layar.
Namun, seperti semua hal yang intens, batas antara hiburan dan ketergantungan sering kali menjadi kabur.
Masalah muncul ketika durasi bermain terus bertambah, waktu belajar tergeser, jam tidur mundur, interaksi di rumah berkurang, dan konsentrasi menurun. Kecanduan gim bukan hanya tentang berapa lama waktu yang dihabiskan, tetapi tentang dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Angka 33 persen itu menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah kasus kecil. Itu terjadi di banyak rumah, di banyak sekolah, dan di banyak ruang yang mungkin terlihat biasa saja dari luar.
Di dalam gim, anak-anak bisa menjadi karakter yang kuat, cepat, atau bahkan tak terkalahkan. Mereka bisa membangun tim, meraih peringkat, dan mendapatkan pengakuan. Rasa diterima dan diakui sering kali terasa instan di sana.
Sementara di dunia nyata, tantangan datang lebih rumit dari tugas sekolah, tekanan sosial, ekspektasi orang tua, hingga pencarian jati diri.
Gim lalu menjadi ruang yang terasa lebih sederhana, ada tujuan jelas, ada skor, ada kemenangan. Tak heran jika sebagian remaja merasa sulit melepaskannya.
Bukan Soal Melarang, Tapi Soal Menyeimbangkan
Penting untuk dipahami, gim tidak selalu buruk.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa gim dapat melatih strategi, kerja sama tim, refleks, bahkan kreativitas. Bahkan industri e-sport juga membuka peluang baru. Namun ketika pola bermain sudah mengganggu aktivitas utama seperti belajar, tidur, atau hubungan sosial, di situlah alarm mulai berbunyi.
Data Komdigi menjadi sinyal bahwa pendekatan yang dibutuhkan bukan sekadar larangan keras, tetapi pendampingan. Remaja perlu diajak bicara, bukan hanya ditegur. Perlu diarahkan, bukan hanya dibatasi. Karena sering kali, di balik kebiasaan bermain berlebihan, ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.
Baca juga: Kenali Dampak Kecanduan Main Game dan Solusinya di Sini!
Angka yang Mengajak Kita Lebih Peka
Tiga puluh tiga persen bukan angka kecil. Artinya, dari setiap tiga remaja, satu di antaranya berisiko mengalami kecanduan gim. Hal itu bisa berarti anak di kamar sebelah atau bahkan anggota keluarga sendiri.
Fenomena ini bukan tentang menyalahkan teknologi, karena dunia digital tidak bisa dihindari dan sudah menjadi bagian dari kehidupan.
Yang bisa dilakukan adalah memastikan bahwa remaja tidak kehilangan keseimbangan di tengah arusnya. Karena pada akhirnya, layar boleh menyala. Tapi kehidupan nyata tetap harus menjadi ruang utama untuk tumbuh.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











