Milenianews.com – Sore hari di bulan Ramadan biasanya identik dengan jalan santai, berburu takjil, atau duduk di taman kota. Namun bagi sebagian Gen Z, suasana ngabuburit kini terasa berbeda. Mereka tidak selalu berkumpul di lapangan atau pusat jajanan. Sebaliknya, mereka berkumpul di lobi permainan, menyalakan headset, lalu masuk ke dunia virtual sambil menunggu azan Maghrib.
Di sudut kamar kos atau ruang tamu rumah, layar ponsel dan laptop menyala hampir bersamaan. Notifikasi berbunyi, suara rekan satu tim saling menyapa, dan hitung mundur pertandingan pun dimulai. Waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat ketika ronde demi ronde permainan berjalan intens.
“Kalau main bareng teman tuh nggak kerasa sudah jam enam saja,” ujar Ferdi (22), Selasa (3/3). Ia mengaku hampir setiap sore bermain Mobile Legends: Bang Bang bersama teman-temannya selama Ramadan.
Baca juga: Rekomendasi 5 Game Online Mobile Paling Populer 2025 yang Wajib Kamu Coba
Bukan Sekadar Hiburan
Bagi Gen Z, bermain game saat ngabuburit bukan hanya soal mengisi waktu luang. Aktivitas ini juga menjadi ruang bersosialisasi. Mereka tetap terhubung meski tidak berada di tempat yang sama.
Selain game mobile, sebagian juga memilih bermain di PC atau konsol. Beberapa game populer seperti Valorant dan PUBG: Battlegrounds sering menjadi pilihan. Game kompetitif ini memacu adrenalin, sekaligus menuntut kerja sama tim yang solid.
“Justru serunya itu ada di komunikasi timnya,” kata Kiki (20), mahasiswa yang rutin bermain Valorant menjelang waktu berbuka. Ia merasa bermain bersama teman membuatnya tetap produktif secara sosial. “Kami tetap ngobrol, bercanda, bahkan kadang sambil bahas tugas,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola interaksi. Jika generasi sebelumnya menghabiskan waktu sore dengan aktivitas fisik di luar rumah, Gen Z memindahkan sebagian ruang sosial itu ke ranah digital.
Efektif Mengalihkan Lapar
Secara psikologis, aktivitas yang melibatkan fokus tinggi dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa lapar dan haus. Game kompetitif, terutama yang berbasis strategi atau aksi cepat, menuntut konsentrasi penuh. Otak sibuk mengambil keputusan, tangan aktif bergerak, dan waktu pun terasa melesat.
Namun, sebagian pemain tetap menyadari batasannya. Rafi (20), misalnya, memasang alarm 10 menit sebelum azan Magrib agar tidak “kebablasan” hingga melewatkan waktu berbuka atau salat.
“Kami biasanya langsung selesai satu ronde terakhir, lalu off,” jelasnya.
Dengan cara itu, mereka tetap menjaga keseimbangan antara hiburan dan kewajiban ibadah.
Antara Positif dan Risiko
Meski terlihat menyenangkan, kebiasaan ini tetap memiliki sisi yang perlu diperhatikan. Bermain game terlalu lama tanpa jeda bisa menyebabkan kelelahan mata, kurang gerak, hingga gangguan pola tidur jika berlanjut hingga malam.
Psikolog pendidikan dari Jakarta, dalam beberapa diskusi publik tentang perilaku digital Gen Z, menyebutkan bahwa kunci utama bukan pada aktivitasnya, melainkan pada durasi dan kontrol diri. Selama permainan dilakukan dalam batas wajar dan tidak mengganggu kewajiban, aktivitas ini masih tergolong aman.
Gen Z sendiri cenderung adaptif. Mereka terbiasa membagi waktu antara kuliah daring, media sosial, dan hiburan digital. Ngabuburit dengan game menjadi salah satu bentuk adaptasi tersebut.
Baca juga: 5 Game Fps Terbaik, Untuk Temen Ngabuburit
Tradisi Lama, Cara Baru
Ngabuburit pada dasarnya adalah tradisi menunggu waktu berbuka dengan aktivitas positif. Dulu orang berkumpul di masjid atau alun-alun. Kini, sebagian berkumpul di ruang digital.
Perubahan ini mencerminkan transformasi budaya generasi muda yang tumbuh bersama teknologi. Mereka tidak meninggalkan tradisi, tetapi menafsirkannya ulang sesuai konteks zaman.
Menjelang Magrib, suara azan akhirnya terdengar. Satu per satu pemain keluar dari permainan. Lobi digital kembali sepi. Mereka menutup layar, lalu beranjak mengambil air minum dan kurma.
Sore itu, game bukan sekadar hiburan. Ia menjadi jembatan pertemanan, pengalih lapar, sekaligus cerminan cara baru Gen Z menjalani Ramadan yang tetap terhubung, tetap seru, namun tetap menunggu azan dengan caranya sendiri.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











