Milenianews.com, Yogyakarta – Alunan cinta 90-an akan kembali menggema di pelataran candi prambanan. Ya, di tengah demam remix TikTok dan lagu dua menit, festival jazz ini justru mengangkat nostalgia ke panggung utama.
Prambanan Jazz Festival resmi menginjak usia ke-12. Bukan usia yang labil, tapi cukup matang untuk tahu bahwa nostalgia adalah komoditas paling stabil di industri hiburan. Setelah sebelumnya mengumumkan NIKI sebagai magnet hari kedua, kini satu nama lain dipastikan membuka perayaan pada 3 Juli 2026 Michael Learns To Rock.
Baca juga: Prambanan Jazz 2020 Siap Gelar Penghormatan untuk Glenn Fredly & Djaduk Ferianto
Dua Belas Tahun dan Formula yang Tak Pernah Gagal
Mengusung tema besar “Celebrate The Joy”, festival ini seperti ingin mengingatkan bahwa kebahagiaan kadang datang dari lagu yang sudah kita hafal di luar kepala. Tahun lalu, konsep “Golden Memories” sukses menguras air mata kolektif lewat parade musisi senior. Tahun ini? Nostalgia itu diimpor langsung dari Denmark.
Michael Learns To Rock band yang pernah jadi soundtrack patah hati massal Asia Tenggara akan memberi warna baru di pelataran Candi Prambanan. Kehadiran mereka menegaskan festival ini tak mau terjebak purisme jazz yang “serius tapi santai.” Jazz, pop, kenangan, semua dilebur dalam satu panggung dan satu loket tiket.
Secara resmi, panitia menyebut langkah ini sebagai upaya menghadirkan keberagaman genre yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Secara tidak resmi? Ini strategi cerdas mengawinkan generasi kaset pita dengan generasi streaming.
Kehadiran NIKI merepresentasikan semangat global generasi muda, sementara Michael Learns To Rock menjadi mesin waktu bagi generasi pra-“last seen”. Kombinasi ini membuat Prambanan Jazz Festival bukan sekadar konser, melainkan ruang temu lintas usia orang tua bernostalgia, anaknya mengabadikan momen.
Baca juga: Digelar Hybrid dan Bakal Luncurkan NFT di Prambanan Jazz Festival 2022, Siap Nonton?
Selama 12 tahun, Prambanan Jazz Festival bukan sekadar soal line-up, melainkan soal bertahan di tengah selera, algoritma, dan tren yang terus berubah. Ia berkembang dari sekadar konser menjadi simbol bahwa musik apa pun genrenya masih punya tempat sakral di ruang publik.
Saat 3 Juli tiba, ribuan orang akan berdiri di pelataran Candi Prambanan, menyanyikan lagu lama dengan rasa yang mungkin berubah, tapi tetap hangat. Di dunia yang serba cepat, tak ada yang lebih menenangkan selain lagu yang sudah kita hafal akhirnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













