Milenianews.com – Lagi-lagi, Di dunia keuangan yang kadang bikin kepala pusing seperti membaca grafik saham yang naik-turun tanpa pola, Bank Indonesia baru saja menepuk pundak publik dengan pengumuman yang cukup serius yaitu pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tapi jangan salah, meski terdengar kaku dan birokratis, proses ini ternyata punya drama dan strategi tersendiri.
Dan sekarang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto turun tangan lewat Keputusan Presiden Nomor 16/P Tahun 2026 tertanggal 9 Februari 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin Pansel sebagai Ketua merangkap anggota, dan delapan tokoh lain, termasuk Gubernur BI Perry Warjiyo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta sejumlah profesional dan pejabat terkait mendampinginya. Tim ini bertugas menjaga proses seleksi tetap bersih, kredibel, dan tertata rapi.
“Jadi kami sudah mulai melaksanakan seleksi anggota Dewan Komisioner OJK,” ucap Ketua Sekretariat Pansel sekaligus Staf Ahli Menkeu di bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/2).
Baca juga: Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Langkah Redenominasi Rupiah, Tapi Tak Dalam Waktu Dekat
Pansel membuka pendaftaran untuk tiga posisi strategis Ketua, Wakil Ketua, dan Kepala Eksekutif Pengawas OJK. Meski terdengar rumit, posisi ini menjadi tulang punggung pengaturan pasar. Menurut Direktur Komunikasi BI Ramdan Denny, pengisian jabatan ini penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat tata kelola OJK.
Pendaftaran dilakukan daring mulai 11 Februari hingga 2 Maret 2026. Seleksi sendiri berjalan dalam empat tahap: administrasi, penelusuran rekam jejak dan penilaian makalah, asesmen serta pemeriksaan kesehatan, dan terakhir wawancara. Pansel akan mengumumkan hasil setiap tahapan secara terbuka melalui laman resmi instansi terkait. Publik juga dapat ikut mengawal proses, memberikan masukan, dan memastikan calon terpilih benar-benar pantas. Ibarat reality show versi birokrasi, transparansi jadi bintang utamanya.
Akhirnya, pertanyaannya bukan lagi siapa yang duduk di kursi OJK, tapi bagaimana kursi itu akan digunakan. Apakah hanya menjadi simbol formalitas atau benar-benar memperkuat tata kelola sektor keuangan?
Di tengah kompleksitas pasar dan tekanan ekonomi global, publik jelas menunggu jawaban yang rasional, bukan sekadar seremonial. Dan Pansel, dengan Purbaya di pucuk pimpinan, punya momen emas untuk membuktikan itu.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













