Overthinking, Fenomena Baik atau Buruk??

Overthinking, Fenomena Baik atau Buruk??

Milenianews.com – Pernahkah sebelum tidur kalian kepikiran dengan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kalian? Misal masalah percintaan, pekerjaan, tugas kuliah dan lain-lain, sampai akhirnya tidak bisa tidur sepanjang malam. Fenomena ini terkenal dengan istilah overthinking.

Menurut Abu Ahmadi (2009), overthinking adalah sebuah proses berpikir yang terlalu berlebihan dan dilakukan secara terus menerus serta dapat memberikan dampak negatif baik secara mental dan fisik. Biasanya ini terjadi karena berbagai faktor, antara lain:

  • Meragukan diri sendiri.
  • Iri dengan orang lain.
  • Ekspektasi yang terlalu tinggi.
  • Pengalaman buruk di masa lalu.
  • Kondisi psikologis.

Selain itu, sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter juga merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi overthinking. Di sosial media kita juga melihat pencapaian maupun kesibukan orang lain dapat membuat perbandingan dengan diri sendiri. Atau melihat orang yang kita suka bersama orang lain membuat kita overthingking juga.

Baca Juga : Masih Muda Tapi Merasa Jompo? Berikut Arti dari Istilah Remaja Jompo

Dengan beberapa faktor tadi, dapat kita garis bawahi jika faktor terbesar terjadinya overthinking adalah diri kita sendiri. Maka tidak salah ketika sekarang kita sering dengar istilah dan quotes yang berbunyi “musuh terbesar adalah diri sendiri”.

Jika ini berlangsung secara terus menerus, maka overthinking dapat menganggu aktivitas keseharian kita. Seperti emosi yang menjadi tidak stabil dan tidak terkendali yang pada akhirnya menurunkan produktivitas.

dr. Fadhli Rizal Makarim dari halodoc berpendapat bahwa overthinking yang berlangsung secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.

Baca Juga : Deep Talk, Obrolan yang Lebih Milenial Butuhkan

Dampak Overthingking dan Cara Mengatasinya

Overthingking yang berangsur-angsur dapat menimbilkan beberap dampak, antara lain:

  1. Memengaruhi Kinerja Otak.
  2. Menganggu Sistem Pencernaan.
  3. Menganggu Fungsi Jantung.
  4. Merusak Kesehatan Kulit.
  5. Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh.

Untuk mengatasi masalah overthingking ini, ada beberapa tips yang bisa sobat milenia coba. Jika sobat milenia merasa sering mengalami fase overthingking, maka bisa mulai dengan menjaga pikiran kita agar tetap positif. Tidak bisa kita pungkiri, mungkin overthingking terjadi karena kita berpikiran negatif.

Baca Juga : Gaya Hidup Milenial Pengaruhi Kesehatan

Sobat milenia juga perlu menjaga diri agar tetap rileks serta mau menerima kekurangan. Kemudian, lakukan hal yang menyenangkan seperti mendengarkan musik, menonton film, pergi jalan-jalan atau liburan, serta hobi dan atau aktivitas yang kalian sukai untuk mengurangi overthingking.

Untuk sobat milenia yang masih overthinking sebelum tidur, perlahan lahan hilangkan kebiasaan itu karena lebih banyak dampak buruknya bagi kesehatan. Daripada berpikiran berlebihan di malam hari untuk hal yang sebenarnya tidak harus kita pikirkan, lebih baik kita gunakan untuk mikirin masa depan dan rencana untuk jangka dekat kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *