Apple Siapkan Fitur ‘Lockdown Mode’ untuk Lawan Serangan Siber

Fitur Lockdown Mode Apple untuk Lawan Serangan Siber

Milenianews.com – Apple kabarnya tengah mempersiapkan fitur keamanan tambahan baru pada rilisan update selanjutnya. Fitur bernama ‘lockdown mode‘ ini merupakan fitur terbaru untuk menambah lapisan perlindungan pada gadget besutannya seperti iPhone, tablet, laptop hingga PC mereka.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Apple Newsroom (6/7) lalu, ‘lockdown mode’ ini merupakan tingkat keamanan paling ‘ekstrim‘. Perusahaan merancang fitur ini untuk melindungi pengguna mereka terhadap potensi serius dari penyadapan hingga peretasan oleh aplikasi spyware.

Selain itu, perlindungan ini juga mencakup berbagai serangan siber lainnya yang dapat merugikan pengguna gadget mereka. Mode ini rencananya akan Apple rilis pada musim gugur yang akan datang, yaitu pada kisaran bulan September hingga Desember 2022.

Baca Juga : Fitur Baru Apple Tap to Pay Bantu Pedagang Lokal di AS

Rilisnya mode Lockdown Mode ini akan bersamaan dengan peluncuran sistem operasi perangkat Apple terbaru yaitu iOS 16, iPadOS 16 dan macOS Ventura. 

Apple mengungkap, fitur ‘lockdown mode’ ini akan sangat berguna untuk melindungi orang-orang terkenal karena pekerjaan mereka. Seperti aktivis, artis, dan kritikus, yang kerap menjadi sasaran malware.

Selain itu, perusahaan menjelaskan, dengan mengaktifkan mode ini, maka fungsi iPhone, iPad hingga Mac menjadi terbatas untuk menghalang kemungkinan titik masuk dari aplikasi spyware tersebut.

Baca Juga : Apple Rilis iOS 15 versi Beta Dengan Banyak Fitur Baru

Fitur ‘Lockdown Mode’ Bantu Pengguna Apple Lawan Serangan Siber

Mode ini memungkinkan pengguna dapat memblokir sebagian besar lampiran yang masuk pada layanan pesan. Hal yang sama berlaku untuk pratinjau tautan, ini akan melarang panggilan masuk FaceTime dan undangan lainnya. Kecuali itu dari orang yang sebelumnya pernah pengguna hubungi atau ajak berbagi. Koneksi iPhone berkabel dengan komputer dan aksesori juga akan nonaktif saat perangkat terkunci.

Apple tampaknya juga akan memblokir beberapa teknologi web, seperti kompilasi JavaScript real time. Kecuali jika pengguna menyetujui situs tersebut secara manual. Selain itu, pengguna juga tidak dapat memasang profil konfigurasi atau menambahkan perangkat ke manajemen perangkat seluler saat ‘lockdown mode’ aktif. Sehingga beberapa pengalaman tidak akan tersedia sepenuhnya. 

Baca Juga : Cara Aktifkan AirPods Apple Untuk Jadi Alat Bantu Dengar

Perusahaan mengatakan, semua perlindungan ini akan tersedia ketika ‘lockdown mode’ diluncurkan. Selain itu, mereka juga berencana untuk menambahkan lebih banyak fitur keamanan dari waktu ke waktu. 

Lockdown Mode adalah kemampuan terobosan yang mencerminkan komitmen teguh kami untuk melindungi pengguna dari serangan paling langka dan paling canggih sekalipun,” kata Ivan Krstić, kepala teknik dan arsitektur keamanan Apple. 

Sebagai informasi, Apple bersedia membayar hingga 2 juta dolar AS yang setara dengan Rp 29,9 miliar untuk peneliti keamanan. Untuk peneliti yang menemukan kelemahan pada fitur ‘lockdown mode’ tersebut dan membantu perusahaan untuk memperbaikinya akan mendapatkan bayaran.

Besarnya dana tersebut merupakan hadiah bagi para peneliti untuk mendukung mereka membantu meningkatkan kualitas. Selain itu, juga membantu pekerjaan untuk mengungkap perusahaan yang menciptakan serangan digital seperti NSO Group yang merupakan induk dari aplikasi malware Pegasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *