Milenianews.com, Karawang – Kehadiran mahasiswa di sebuah desa tidak selalu berhenti pada program yang telah direncanakan. Terkadang, justru dari keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, tercipta bentuk pengabdian yang terasa lebih nyata.
Hal tersebut terlihat dalam program BSI Explore 2026 di Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tidak hanya menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah, tetapi juga ikut membantu berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintah desa.
Bagi Desa Kiarapayung, kehadiran mahasiswa menjadi tambahan tenaga sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Mahasiswa UBSI Bantu Kegiatan Desa
Sekretaris Desa Kiarapayung, Abdul Hasyim, mengatakan kehadiran mahasiswa UBSI memberikan manfaat bagi pemerintah desa. Salah satunya terlihat melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan di SDN Kiarapayung 1.
“Kalau menurut kami sebagai aparatur pemerintahan desa, dengan kehadiran BSI di desa ini sangat membantu. Terutama yang di sekolah itu membantu guru-guru untuk memberikan pendidikan ataupun hal-hal yang lainnya,” ujar Abdul Hasyim dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (20/8).
Namun, kontribusi mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Ketika masyarakat menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, mahasiswa UBSI turut mengambil bagian.
Mereka membantu pelaksanaan perlombaan, mengikuti kegiatan karnaval, hingga terlibat dalam proses penjurian.
Keterlibatan tersebut menjadi bentuk sederhana dari bagaimana mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Mereka tidak hanya datang membawa program, tetapi juga bersedia ikut membantu ketika terdapat aktivitas yang membutuhkan dukungan.
Kehadiran Mahasiswa Bantu Jaga Netralitas Penjurian
Salah satu kontribusi yang dinilai penting oleh pemerintah desa adalah keterlibatan mahasiswa dalam proses penjurian perlombaan.
Menurut Abdul Hasyim, kehadiran mahasiswa sebagai pihak dari luar lingkungan desa membantu menjaga objektivitas dalam menentukan pemenang.
“Dengan kehadirannya rekan-rekan dari UBSI, sangat membantu kami terutama untuk penjurian. Kami jadi netral, karena kalau dari salah satu dari kami yang menjadi juri mungkin ada tanggapan, ‘ah, itu berada di salah satu pihak’. Dengan kehadiran mahasiswa UBSI, alhamdulillah sikap netralitas itu benar-benar terjaga,” katanya.
Bagi masyarakat, perlombaan dalam rangka memperingati kemerdekaan bukan sekadar kegiatan hiburan. Ada semangat kebersamaan yang dibangun melalui aktivitas tersebut.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman berbeda. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan warga sekaligus melihat bagaimana kegiatan sosial di tingkat desa dijalankan.
Baca juga: Perkuat Sinergi Pendidikan, Mahasiswa BSI Explore 2026 Siap Sukseskan Kegiatan SDN 04 Sukasari
Kiarapayung di Tengah Kawasan Industri
Di balik kegiatan BSI Explore 2026, Desa Kiarapayung memiliki karakteristik yang menarik. Wilayah tersebut berada di tengah kawasan industri Karawang yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas industri dan perekonomian.
Abdul Hasyim mengatakan keberadaan industri di sekitar desa sejauh ini memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja dan berkembangnya aktivitas ekonomi.
“Desa Kiarapayung itu desa yang paling sedikit penduduknya, paling kecil wilayahnya. Namun alhamdulillah, Kiarapayung itu berdiri di tengah-tengah industri,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat kehidupan masyarakat desa berjalan berdampingan dengan perkembangan kawasan industri.
Di satu sisi terdapat aktivitas industri dengan berbagai peluang ekonomi. Di sisi lain, masyarakat tetap menjalankan aktivitas pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
SDN Kiarapayung 1 Jadi Ruang Interaksi
Salah satu titik pertemuan mahasiswa UBSI dengan masyarakat adalah SDN Kiarapayung 1, yang menjadi satu-satunya sekolah dasar di Desa Kiarapayung.
Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa menggelar Fun Day bersama siswa kelas 1 hingga kelas 3 pada Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut diisi dengan lomba mewarnai serta berbagai permainan yang dirancang untuk melatih kreativitas, koordinasi, dan kerja sama anak.
Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang dikemas melalui permainan. Sementara bagi guru, aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk mengamati potensi anak di luar pembelajaran formal.
Guru SDN Kiarapayung 1, Biah, mengatakan lomba mewarnai bahkan dapat membantu guru mengenali siswa yang memiliki ketertarikan terhadap seni.
“Saya sangat mengapresiasi sekali, karena dengan adanya lomba mewarnai ini, kita sebagai guru jadi terbantu untuk memilih atau menilai ada beberapa siswa yang memiliki bakat mewarnai atau melukis,” ujar Biah.
Dengan demikian, kegiatan yang tampak sederhana dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Anak-anak mendapatkan ruang untuk berekspresi, guru memperoleh perspektif mengenai potensi siswa, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Harapan untuk Masyarakat Kiarapayung
Bagi pemerintah Desa Kiarapayung, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa juga mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan realitas kehidupan masyarakat di tingkat desa. Dari interaksi tersebut, mahasiswa dapat memahami persoalan dan kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.
Abdul Hasyim berharap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat Kiarapayung dapat terus meningkat. Ia juga berharap keberadaan industri di sekitar desa dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga.
“Harapan kami sebagai pemerintah desa, penduduk masyarakat Kiarapayung itu lebih makmur lagi, angka kemiskinan mulai berkurang. Untuk ke depannya mudah-mudahan industri yang ada di Kiarapayung lebih bisa merekrut lagi tenaga kerja untuk benar-benar mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Harapan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keberadaan industri, tetapi juga bagaimana peluang yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.
BSI Explore dan Makna Pengabdian
Pada akhirnya, BSI Explore 2026 di Desa Kiarapayung menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan dalam kegiatan besar.
Ada kalanya kontribusi justru hadir melalui hal-hal sederhana: membantu guru, menemani anak-anak belajar dan bermain, ikut menyukseskan perlombaan, hingga membantu masyarakat menjalankan kegiatan desa.
Bagi mahasiswa UBSI, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas. Mereka melihat secara langsung bagaimana pendidikan, kehidupan sosial, dan pembangunan masyarakat saling berkaitan.
Sementara bagi masyarakat Kiarapayung, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan energi untuk menjalankan berbagai kegiatan.
Mahasiswa mungkin hanya berada di Desa Kiarapayung dalam waktu tertentu. Namun, perjumpaan tersebut meninggalkan pengalaman bagi kedua pihak bahwa pengabdian bukan sekadar tentang datang dan menjalankan program.
Pengabdian juga berarti mendengar kebutuhan masyarakat, hadir ketika dibutuhkan, lalu ikut bekerja bersama. Dari sanalah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menemukan maknanya yang lebih nyata.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













