Milenianews.com, Jakarta – Kalau mendengar kata catur, sebagian orang mungkin langsung teringat papan kotak-kotak, bidak yang bergerak pelan, lalu pertandingan yang terasa seperti sedang menunggu antrean di loket. Tapi jangan salah. Di level dunia, satu langkah bisa menentukan harga diri sebuah tim dan mahasiswa Indonesia baru saja membuat papan catur menjadi panggung yang cukup serius.
Tim catur Universitas Gunadarma berhasil melaju ke babak perempat final Kejuaraan Dunia FIDE Beregu antar-Universitas 2026. Lebih menarik lagi, mereka menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu menembus delapan besar.
Baca juga:Â Kabupaten Bogor Juara Umum Kejurda Catur Jabar Setelah Kantongi 11 Medali Emas!
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairal Munadi. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Sempat Tersandung, Lalu Bangkit
Perjalanan Gunadarma menuju delapan besar tidak berlangsung mulus. Mereka sempat dikalahkan National University of Sport (KNUS) dari Kazakhstan dengan skor 3-5.
Namun, kekalahan itu rupanya bukan alasan untuk mengemasi papan catur.
Gunadarma bangkit dengan mengalahkan KazNU Al Farabi 5½-2½. Kejutan berikutnya datang ketika mereka menghancurkan Oxford University dengan skor telak 7½-½.
Kemenangan atas Oxford menjadi titik penting yang mengubah perjalanan tim. Gunadarma mengunci posisi runner-up Pool D di bawah KNUS dan berhak melanjutkan perjuangan ke fase knockout.
Secara keseluruhan, Gunadarma mengoleksi tujuh match point dan 16 game point, sebuah capaian yang disebut berada di luar prediksi sejumlah pengamat.
Lima Mahasiswa, Satu Target
Tim Gunadarma diperkuat lima pecatur, yakni IM Gilbert Elroy Tarigan, IM Aditya Bagus Arfan, FM Fabian Glen Mariano, FM Zacky Dhia Ulhaq, dan WIM Diajeng Theresa Singgih.
Mereka kini harus menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Di perempat final, Gunadarma akan berhadapan dengan University of Texas at Dallas, salah satu tim dengan rating kekuatan tertinggi.
Pertandingan akan berlangsung dalam dua pertemuan untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke semifinal.
Bukan Lagi Sekadar Nama Kampus
Di babak delapan besar, Gunadarma akan bersaing dengan sejumlah universitas ternama seperti Saint Louis University, Harvard University, Universidad de Chile, Ural State Mining University, KNUS, dan National Technical University of Athens.
Namun, keberadaan Gunadarma di antara nama-nama tersebut sudah menjadi cerita tersendiri.
Baca juga:Â Pecatur Indonesia Chelsie Monica Kalahkan Magnus Carlsen dalam Laga Simultan di Hong Kong
Ketika sebagian orang masih menganggap prestasi mahasiswa sebatas nilai IPK dan sertifikat seminar, para mahasiswa ini memilih cara yang sedikit berbeda untuk membuktikan diri: duduk di depan papan catur, berpikir beberapa langkah lebih jauh, lalu membuat nama Indonesia ikut bergerak di panggung dunia.
Kini tantangannya sederhana, tetapi tidak mudah: mengalahkan University of Texas at Dallas dan membuka jalan menuju semifinal.
Setidaknya, satu hal sudah terbukti. Papan catur memang diam. Bidaknya kecil. Tetapi ambisi para pemainnya bisa membuat nama Indonesia terdengar jauh lebih besar.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







