Milenianews.com, Jakarta – Biasanya Jakarta sibuk mengeluhkan hujan. Kini masalahnya justru ketika hujan mulai jarang muncul. BPBD DKI Jakarta menyebut seluruh wilayah Ibu Kota masuk pemantauan kekeringan akibat kemarau panjang dan meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Marulitua Sijabat mengatakan berdasarkan peringatan dini BMKG Dasarian II September 2026, seluruh wilayah Jakarta masuk pemantauan kekeringan. Lima wilayah Jakarta Barat, Pusat, Timur, Utara, dan Selatan berada pada level AWAS.
Baca juga: BPBD Jatim Lakukan Assesmen Wilayah Rentan Erupsi Gunung Semeru
Menurut Marulitua, hujan masih berpotensi turun. Namun, curah hujan diprakirakan rendah dan cenderung di bawah normal.
“Potensi hujan tetap ada, tetapi intensitas dan sebarannya masih terbatas,” ujarnya.
Pemprov DKI dan BMKG juga berkoordinasi terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam kondisi kemarau, OMC diarahkan untuk mengoptimalkan potensi hujan agar dapat membantu mengisi reservoir dan waduk. Namun, efektivitas OMC tetap bergantung pada ketersediaan awan yang dapat disemai.
BPBD terus memantau kondisi kekeringan, ketersediaan air, kualitas udara, dan potensi dampaknya. Pemerintah juga menyiapkan respons bila kebutuhan air masyarakat meningkat. Warga diminta menghemat air, menggunakannya secara bijak, serta menyiapkan cadangan untuk kebutuhan penting.
Baca juga: Melalui DPD DKI Jakarta, GNTI Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Kebakaran Rumah di Gambir
Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau lahan sembarangan.
Jakarta mungkin belum kehabisan air, tetapi musim kemarau sudah memberi sinyal untuk tidak menganggap air sebagai sesuatu yang selalu tersedia.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













