Milenianews.com, Jakarta – Pemilu seharusnya menjadi tempat suara rakyat dihitung. Di Cotabato City, Filipina, suara yang terdengar justru berasal dari tembakan. Tiga orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam baku tembak di depan sebuah tempat pemungutan suara, Minggu (13/9) malam.
Penembakan terjadi di depan Sekolah Dasar Datu Usman Mampen, hanya beberapa jam sebelum pemilihan parlemen bersejarah di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM).
Baca juga:Â Penembakan di Thailand Tewaskan 8 Orang, Remaja 14 Tahun Diduga Jadi Pelaku
Polisi menyebut baku tembak bermula dari perselisihan antara dua kelompok pendukung partai politik. Petugas menemukan selongsong peluru dari pistol kaliber .45 dan 9 mm di lokasi.
BARMM merupakan wilayah otonomi Muslim di Mindanao selatan yang memiliki pemerintahan sendiri dan menjadi pusat komunitas Muslim terbesar di Filipina.
Situasi keamanan memang sudah memanas sebelum penembakan. Pada hari yang sama, dua ledakan dan satu penembakan terjadi di sejumlah lokasi di Cotabato City. Satu orang dilaporkan kritis setelah ledakan yang diduga berasal dari bahan peledak yang dibawanya sendiri.
Baca juga:Â Tragedi Penembakan Sekolah di Filipina, Pelaku dan Seorang Siswa Tewas
Insiden tersebut terjadi menjelang pemungutan suara pertama dalam pemilihan parlemen BARMM. Keamanan pun diperketat di sejumlah lokasi.
Ketika pesta demokrasi baru hendak dimulai, kekerasan justru sudah lebih dulu mengambil panggung. Kali ini, yang dipertarungkan bukan cuma pilihan politik, tetapi juga keselamatan warga.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













