Milenianews.com, Depok – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memasuki berbagai lini kehidupan. Persoalannya kini bukan lagi sekadar seberapa canggih teknologi tersebut, tetapi bagaimana AI dikembangkan agar tetap berpusat pada manusia dan mampu menjawab kebutuhan masa depan secara berkelanjutan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui International Conference on Information Technology Research and Innovation (ICITRI) 2026. Mengusung tema “Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures”, konferensi internasional ini digelar secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di UNM Kampus Margonda, Depok, serta daring melalui Zoom pada Kamis (10/9).
Baca juga: Prof. Celia Shahnaz Ungkap Wajah AI yang Makin Humanis di ICITRI 2026
ICITRI 2026 menjadi ruang pertemuan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan AI yang tidak meninggalkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan. Tahun ini, sebanyak 79 makalah dari 7 negara dijadwalkan untuk dipresentasikan selama dua hari penyelenggaraan konferensi.
General Chair ICITRI 2026, Dr. Muhammad Haris menyampaikan bahwa tingginya partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi dan membuka ruang pertukaran gagasan antarpeserta.
“Kami menyambut seluruh peserta ICITRI 2026. Tahun ini kami mengangkat tema Next-Generation AI for Human-Centered Innovation and Sustainable Futures. Terdapat 79 makalah yang akan dipresentasikan hari ini dan besok dari 7 negara,” ujar Dr. Haris dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (10/9).
Ia berharap konferensi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga mendorong peserta untuk terlibat dalam diskusi yang produktif bersama para pembicara.
“Saya berharap untuk kegiatan khusus hari ini bagi para pembicara, kita dapat menikmatinya, mendapatkan wawasan, melakukan diskusi yang produktif, dan saya menyambut seluruh peserta untuk mengajukan pertanyaan kepada para pembicara kita,” katanya.
ICITRI 2026 menghadirkan sejumlah pakar sebagai pembicara utama, di antaranya Prof. Celia Shahnaz dari Bangladesh University of Engineering and Technology (BUET), Prof. Yasuyuki Nogami dari Okayama University, Jepang, serta Prof. Dr. Agus Subekti UNM dan BRIN. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi sekaligus memantik diskusi baru di kalangan akademisi dan peneliti.
Baca juga: Prof. Yasuyuki Nogami Soroti Tantangan Keamanan Siber di Era AI
Melalui ICITRI 2026, UNM berharap dapat memperkuat jejaring penelitian internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di bidang teknologi. Konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya UNM untuk terus berkontribusi dalam perkembangan riset dan inovasi, khususnya dalam mendorong pemanfaatan AI untuk kebutuhan manusia dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Pada akhirnya, pembahasan mengenai next-generation AI tidak berhenti pada bagaimana manusia menciptakan mesin yang semakin pintar. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan kecerdasan tersebut tetap memiliki arah, yakni membantu manusia hidup lebih baik tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan masa depan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













