Milenianews.com, Mata Akademisi– Bersyukur merupakan sebuah ungkapan rasa atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Bersyukur memiliki peran besar dalam membawa kebahagiaan hidup seseorang. Hal Ini sederhana, namun memiliki peran yang sangat kuat. Ketika kita bersyukur, kita mengakui dan menghargai hal-hal baik dalam hidup kita, mulai dari hal kecil seperti masih diberikannya kenikmatan oleh Allah SWT dalam menghirup oksigen setiap hari hingga hal besar seperti masih diberikannya rezeki oleh Allah SWT meskipun dalam keadaan sedang sulit sekalipun. Dalam hal ini, bersyukur membantu kita mengurangi stres dan membantu kita meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan serta membantu kita untuk senantiasa berkhusnuzon atas ketetapan yang telah Allah SWT berikan untuk kita.
Dalam diri seseorang, seringkali kita fokus pada orang lain dari pada diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri bukanlah tanda keegoisan namun tanda bagaimana kita menghargai atas diri sendiri, salah satu contohnya ialah dengan menjaga kesehatan diri.
Kesehatan itu akan terasa berharga jika kita sedang merasa sakit. Sudahkah kita bersyukur !!! Kalau di dunia ini tidak semua orang mempunyai kehidupan seperti hidup yang kita punya. Bagian ini mungkin sangat cukup berat, tapi sangat sederhana untuk dipahami.
Contoh kecilnya tubuh kita saat ini, sepasang mata yang bisa melihat dengan normal, udara yang masih bisa kita hirup dengan normal dan leluasa, jari-jari tangan yang masih lincah digerakkan dan seluruh bagian tubuh kita yang masih berfungsi dengan baik dan dalam keadaan yang sangat baik juga suatu kenikmatan dan keberuntungan yang selayaknya patut untuk kita syukuri di setiap harinya, karena seperti misalnya kita membandingkan nasib kehidupan kita yang kurang beruntung dengan nasib hidup orang lain yang kita anggap sempurna.
Selama ini, kita terlalu sibuk merasa kurang dan kurang beruntung, sampai kita lupa bahwa apa yang ada pada diri kita merupakan sebuah keberuntungan yang di dambakan oleh banyak orang di luar sana. Selama ini, kita selalu berat mempermasalahkan perihal kesedihan yang kita alami, sampai tutup mata pada semua kenikmatan yang sudah Allah SWT berikan. Karena itulah, sejatinya manusia akan selalu ada langit di atas langit yang lebih tinggi. Saat ini kita tidak pernah lupa merasa cukup dan berterimakasih untuk segala kesempatan yang tidak pernah ada habisnya.
Kita sama-sama mengerti, bahwa dalam hidup ini kita berjalan beriringan dengan bahagia dan sedih. Suka dan duka, hitam dan putih, rotasimya demikian dan selalu begitu. Akhirnya perasaan cukup atas apa yang sudah ada, apa yang kita punya saat ini dapat begitu berharga. Mungkin, beberapa dari kita masih belum memahami dengan kata “menghargai yang ada”.
Temanku pernah bilang begini “bisa jadi hidup kita yang selama ini tenang dan bahagia adalah buah dari doa ibu kita di rumah”. Oleh karena itu, doa kita tidak akan pernah bisa kita bandingkan dengan kehebatan doa seorang ibu. Kita seringkali lupa dan terus-menerus merasa bahwa hidup kita akan terus seimbang dan baik-baik saja. Padahal kita tidak pernah tahu, kita masih memiliki kesempatan yang sama seperti hari ini atau tidak. Karena kita hidup berjalan dengan ketidakpastian dan satu hal yang pasti dalam hidup ini adalah ketidakpastian itu sendiri.
Maka, entah hidup kita sedang di atas atau di bawah, entah semesta sedang memberi kita senang atau sedih, entah kita sedang mendapatkan atau kehilangan. Dengan persiapan yang sebaik apapun yang telah kita lakukan. Tetaplah merasa bersyukur dengan apa yang ada dan yang sudah kita terima. Dalam hal ini, cara bersyukur setiap hari dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut :
- Mulailah membuat daftar hal-hal yang kita syukuri setiap hari melalui tulisan atau dalam pikiran kita.
- Meluangkan waktu untuk berterima kasih pada diri sendiri dan orang lain.
- Lakukan dua hal diatas secara bertahap dan teratur.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut secara bertahap dan teratur, kita dapat membiasakan diri utuk melihat kebaikan dalam setiap situasi apapun teruslah untuk selalu bersyukur dan berterimakasih. Ingat bahwa semesta tidak akan melepas kita sendirian, segala keadaan yang berjalan di luar ekspetasi dan kontrol kita biarkan saja berjalan dengan demikian. Kita cukup percaya dan berhusnuzon kepada Allah SWT bahwa hal-hal baik akan senantiasa datang di waktu yang sudah Allah SWT tetapkan dan teruslah untuk senantiasa percaya bahwa keadaan seseorang memang harus berproses demikian agar kita sampai pada titik-titik terbaik yang sudah Allah SWT rencanakan sebagaimana ada pepatah yang mengatakan bahwa “Kesuksesan ialah bertemunya kesempatan (opportunity) dengan persiapan (preparation)”.
Oleh karena itu, bersyukur adalah kunci untuk membawa hidup lebih tenang dalam situasi atau kondisi apapun. Dengan menghargai apa yang kita miliki, kita bisa merasakan kedamaian dan kepuasan yang lebih besar dalam setiap proses yang sedang dan sudah kita kerjakan. Jadi, tugas kita adalah selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa apa yang ada pada saat ini selalu pantas untuk kita syukuri sekecil apapun di mata kita dan mengambil waktu untuk senantiasa bersyukur atas berkah-berkah kecil dalam hidup kita dengan menyebarkan kebaikan kepada orang lain di sekitar kita.
Penulis: Nurfitria Ningsih, Mahasiswa STEI SEBI.







