Gunung Rinjani Kembali Dibuka : BNGR Terapkan Sistem Booking Pendakian Online

gunung-rinjani

Milenianews.com, Jakarta – Jalur pendakian Gunung Rinjani telah dibuka kembali pada Jumat (14/06) silam. Seperti diketahui Rinjani ditutup selama hampir setahun akibat gempa bumi yang melanda pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sontak pembukaan kembali jalur pendakian Rinjani disambut hangat para pelaku usaha dikawasan Sembalun kabupaten Lombok Timur dan kawasan Senaru di Lombok Utara, tepat di kaki Gunung Rinjani.

Terutama para pelaku usaha warga yang berkutat pada penyediaan jasa pendakian, penginapan dan kuliner.

Baca Juga : Ridwan Kamil Akan Gratiskan Biaya SPP SMA/SMK Di Jabar Tahun Depan

Komunitas pemerhati lingkungan hidup (KPLH) Sembapala Rijalul Fikri, mengaku bersyukur atas dibukanya kembali pendakian Gunung Rinjani.

Namun, ada satu permasalahan yang ia soroti yakni dari pemesanan booking online yang diterapkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Sistem pemesanan tersebut belum maksimal dan cenderung menyulitkan para calon pendaki,” katanya dikutip Republika, Selasa (18/06).

Kuota Ditetapkan Agar Alam Rinjani Tetap Terjaga

Dalam aplikasi terlihat kuota pemesanan pendakian sudah penuh. Namun nyatanya tak ada pendaki yang memesan tiket melalui aplikasi.

“Kami khawatir nanti calon pendaki jadi ragu kalau mau kesini karena melihat kuota di aplikasi sudah habis. Padahal kemarin saja malah jarang pendakinya,” paparnya.

Sementara, Kepala Balai TNGR, Sudiyono menyebut sistem pemesanan secara online ini masih dalam tahap ujicoba. Ia tak menyangkal bahwa ada kekurangan saat implementasinya.

“Kalau kenyataannya sistem online ada kesalahan dalam aplikasinya, kami akan perbaiki atau nanti pemesanan akan dilakukan offline,” ujarnya.

Baca Juga : Belum Pernah Naik Gunung? Ini Dia Tips Naik Gunung Buat Pemula

Pada dasarnya, sistem kuota pendakian ini diterapkan guna menjaga kelestarian alam di Gunung Renjani, setelah dibuka lagi akibat lama ditutup karena gempa bumi.

“Naik Rinjani tak boleh semau-maunya dan sebanyak-sebanyaknya, harus ada kuotanya,” jelasnya. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *