Musik, News  

Kenneth Trevi Buktikan Disleksia Bukan Batas Lewat Musik dan Semangat Berkarya

Kenneth Trevi

Milenianews.com, Bandung – Tidak semua perjalanan menuju mimpi dimulai dari kondisi yang ideal. Sebagian orang justru harus melangkah lebih jauh karena menghadapi tantangan yang tidak dialami kebanyakan orang. Hal itulah yang tergambar dalam perjalanan musisi muda Kenneth Trevi.

Kenneth tumbuh bersama disleksia. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk terus belajar dan berkarya. Kini, ia tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga berkembang sebagai penulis lagu sekaligus recording engineer yang terlibat langsung dalam proses produksi musik.

Perjalanan itu semakin mendapat perhatian setelah video musik “Aku Berbeda Aku Bisa” menembus lebih dari sembilan ribu penayangan di YouTube hanya dalam lima hari sejak dirilis pada Kamis (18/6). Lagu tersebut membawa pesan tentang keberanian menerima diri sendiri sekaligus menjadi cerminan perjalanan hidup Kenneth.

Belajar Menulis Lagu dari Nol

Awalnya, Kenneth mengaku kesulitan menuangkan ide ke dalam lirik lagu. Bersama produser musik Rulli Aryanto, ia menjalani proses belajar secara bertahap.

Kenneth mulai menentukan tema lagu. Setelah itu, ia menyusun lirik sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu menghasilkan karya ciptaannya sendiri. Proses tersebut membangun rasa percaya dirinya sebagai penulis lagu.

Namun, pembelajaran tidak berhenti di sana. Rulli juga mengenalkan Kenneth pada berbagai aspek produksi musik di studio.

Kenneth mengamati proses rekaman. Ia kemudian membantu menjalankan berbagai peralatan sebelum mempelajari perangkat lunak perekaman secara bertahap. Konsistensi membuat kemampuannya terus berkembang.

Menjadi Recording Engineer

Kini Kenneth mengambil peran baru sebagai recording engineer. Ia ikut menangani proses perekaman vokal dan memahami pekerjaan di balik layar industri musik.

Menurut Kenneth, tantangan terbesar bukan terletak pada teknologi, melainkan pada proses memahami instruksi teknis yang cukup kompleks.

Untuk mengatasinya, ia memilih metode belajar yang sederhana. Kenneth terus berlatih melalui pengulangan, meminta pendampingan, dan tidak takut melakukan kesalahan.

Baginya, prinsip “lihat dulu, ikut dulu, coba dulu, salah tidak apa-apa, lalu ulang lagi” menjadi kunci utama dalam setiap proses belajar.

Baca juga: Lilin Kecil Itu Kini Abadi: James F. Sundah, Sang Maestro Yang Membawa Musik Nasional Hingga Ke Internasional Meninggal Dunia

“Aku Berbeda Aku Bisa” Jadi Pesan Pemberdayaan

Kenneth Trevi

Lagu “Aku Berbeda Aku Bisa” memiliki makna yang sangat personal bagi Kenneth. Melalui lagu tersebut, ia ingin menyampaikan bahwa setiap orang memiliki potensi meski memiliki kondisi yang berbeda. “Jangan berhenti pada kalimat ‘Aku Berbeda’. Lanjutkan sampai ‘Aku Bisa’. Ketika kita berani menunjukkan kemampuan yang kita miliki, orang lain akan melihat nilai besar yang ada dalam diri kita,” ungkap Kenneth.

Pesan tersebut semakin kuat karena video musiknya melibatkan 15 anak dengan down syndrome. Kehadiran mereka menghadirkan semangat positif sepanjang proses produksi.

Tidak hanya tampil dalam video, kelima belas anak tersebut juga ikut merekam vokal lagu. Kenneth bahkan menangani langsung proses tracking vokal mereka sebagai recording engineer.

“Bukan tentang musik atau lagu semata. Yang paling penting adalah kesempatan. Kami tahu mencapai titik ini tidak mudah, sehingga kesempatan yang datang tidak boleh disia-siakan,” tuturnya.

Dukungan Keluarga Menjadi Fondasi

Ibunda Kenneth, Yuly Twins, mengaku bangga melihat perkembangan putranya. Baginya, pencapaian Kenneth lahir dari proses panjang yang penuh perjuangan.

Yuly menjelaskan bahwa ia menulis lagu “Aku Berbeda Aku Bisa” bersama Rulli Aryanto berdasarkan pengalaman mendampingi Kenneth tumbuh di tengah lingkungan anak-anak tipikal.

Menurutnya, perjalanan dari “Aku Berbeda” menuju “Aku Bisa” menyimpan cerita tentang keberanian, penerimaan diri, kerja keras, dan pengorbanan yang sering luput dari perhatian masyarakat.

Melalui keterlibatan anak-anak down syndrome dalam proyek tersebut, Yuly berharap masyarakat mulai melihat kemampuan anak berkebutuhan khusus, bukan hanya keterbatasannya.

Ia meyakini bahwa kesempatan, kepercayaan, dan ruang yang setara akan membantu mereka menunjukkan potensi terbaiknya.

Kisah Kenneth Trevi membuktikan bahwa disleksia bukan penghalang untuk berkembang. Berkat dukungan keluarga, proses belajar yang konsisten, dan keberanian mencoba hal baru, Kenneth berhasil memperluas perannya dari penyanyi menjadi penulis lagu dan recording engineer.

Perjalanan itu menyampaikan pesan sederhana, tetapi kuat: berbeda bukan alasan untuk berhenti. Perbedaan justru bisa menjadi awal untuk membuktikan bahwa setiap orang mampu berkarya.

Link video musik Kenneth Trevi – “Aku Berbeda Aku Bisa”: https://youtu.be/YmuK6OszozM?si=jwEBYcH9OAMX62Dn

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *